Kondisi Pasien Suspect Flu Burung di Bandung Masih Buruk
Jumat, 04/01/2008 14:33 WIB
Bandung
Kondisi Arlan Tamrin (33), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung yang menjadi suspect flu burung belum menunjukkan perbaikan. Kondisinya masih memburuk. Belum ada satu anggota keluarga yang diperbolehkan menjenguknya.
Menurut dokter yang menangani Arlan, Emmy Pranggono, kondisi Arlan belum ada perkembangan. Kesehatannya hampir sama seperti saat dia datang. Nafasnya masih dibantu ventilator.
"Kami belum bisa menjanjikan apa-apa. Kondisinya masih buruk. Dari hasil rontgen dia positif radang paru-paru," ujarnya di RS Hasan Sadikin Bandung, Jalan Pasteur, Jumat (4/1/2008).
Sementara itu ibunda Arlan, Wanimar (57), mengaku hingga kini belum diperbolehkan menjenguk anak ketiganya tersebut. "Saya belum bisa bertemu Arlan, berbicara dari luar pun belum bisa," katanya lirih.
Menurut dia, sejak putranya dirawat di ruang isolasi Flamboyan, Sabtu lalu, dia belum pulang ke rumah. Sementara uang yang dia kantongi sebesar Rp 1,5 juta kini sudah ludes.
"Uang itu habis untuk biaya rontgen, obat, dan administrasi. Saya bingung kenapa bayar. Yang saya tahu, untuk pasien flu burung tidak bayar," tuturnya.
Arlan datang ke RSHS dalam kondisi shock. Suhu tubuhnya mencapai 40 derajat celsius dan tekanan darah 70/30. Meski tidak kontak langsung dengan unggas yang mati, Arlan dianggap sebagai suspect flu burung. Sebab pasien yang berprofesi tukang jahit di pasar Rancaekek itu, memelihara ayam bangkok milik kakaknya. Ayam bangkok itu disimpan di bawah mesin jahit.
(ern/umi)
Menurut dokter yang menangani Arlan, Emmy Pranggono, kondisi Arlan belum ada perkembangan. Kesehatannya hampir sama seperti saat dia datang. Nafasnya masih dibantu ventilator.
"Kami belum bisa menjanjikan apa-apa. Kondisinya masih buruk. Dari hasil rontgen dia positif radang paru-paru," ujarnya di RS Hasan Sadikin Bandung, Jalan Pasteur, Jumat (4/1/2008).
Sementara itu ibunda Arlan, Wanimar (57), mengaku hingga kini belum diperbolehkan menjenguk anak ketiganya tersebut. "Saya belum bisa bertemu Arlan, berbicara dari luar pun belum bisa," katanya lirih.
Menurut dia, sejak putranya dirawat di ruang isolasi Flamboyan, Sabtu lalu, dia belum pulang ke rumah. Sementara uang yang dia kantongi sebesar Rp 1,5 juta kini sudah ludes.
"Uang itu habis untuk biaya rontgen, obat, dan administrasi. Saya bingung kenapa bayar. Yang saya tahu, untuk pasien flu burung tidak bayar," tuturnya.
Arlan datang ke RSHS dalam kondisi shock. Suhu tubuhnya mencapai 40 derajat celsius dan tekanan darah 70/30. Meski tidak kontak langsung dengan unggas yang mati, Arlan dianggap sebagai suspect flu burung. Sebab pasien yang berprofesi tukang jahit di pasar Rancaekek itu, memelihara ayam bangkok milik kakaknya. Ayam bangkok itu disimpan di bawah mesin jahit.
(ern/umi)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
232 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
