2 Pengedar Upal Terus Diburu
Rabu, 02/01/2008 19:34 WIB
Jakarta
Dua angota sindikat pengedar uang palsu (upal) terus diburu. Beberapa anggota sindikat upal ini telah diringkus pada penghujung tahun 2007 dengan barang bukti upal mencapai Rp 11 Miliar.
"Masih dua orang yang buron dan masih kita kejar," ungkap Kasat Fiskal, Moneter dan Devisa Polda Metro Jaya AKBP Aris Munandar di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Rabu (2/1/2008).
Kedua orang yang masih diburu itu adalah Haji Sidik dan Ucok. Sidik adalah orang yang menyuplai uang palsu kepada tersangka lainnya , sedangkan Ucok adalah kaki tanggannya.
Pada Senin 31 Desember 2007, polisi menggerebek rumah kontrakan di daerah Cipayung, Jakarta Timur. Di rumah tersebut polisi mengamankan Hasan dan Santoso yang merupakan anggota sindikat uang palsu ini.
Di rumah kontrakan ini polisi mengamankan miliaran rupiah uang palsu yang tersimpan dalam tas, dus minuman mineral, dan koper yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 11 Miliar dalam bentuk pecahan Rp 100.000.
Polisi juga mengamankan Herman dan Anton yang bertugas sebagai kurir di daerah Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu, 30 Desember 2007.
Dari hasil pemeriksaan, Hasan mengaku bukan pembuat uang palsu itu. Dirinya membeli upal tersebut dari Haji Sidik. Rp 1 Miliar upal dibelinya dengan Rp 1,5 Juta.
Namun Hasan tidak mengetahui alamat Haji Sidik karena setiap transaksi yang dilakukan mengunakan perantara Ucok yang sampai saat ini masih buron.
(nal/ary)
"Masih dua orang yang buron dan masih kita kejar," ungkap Kasat Fiskal, Moneter dan Devisa Polda Metro Jaya AKBP Aris Munandar di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Rabu (2/1/2008).
Kedua orang yang masih diburu itu adalah Haji Sidik dan Ucok. Sidik adalah orang yang menyuplai uang palsu kepada tersangka lainnya , sedangkan Ucok adalah kaki tanggannya.
Pada Senin 31 Desember 2007, polisi menggerebek rumah kontrakan di daerah Cipayung, Jakarta Timur. Di rumah tersebut polisi mengamankan Hasan dan Santoso yang merupakan anggota sindikat uang palsu ini.
Di rumah kontrakan ini polisi mengamankan miliaran rupiah uang palsu yang tersimpan dalam tas, dus minuman mineral, dan koper yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 11 Miliar dalam bentuk pecahan Rp 100.000.
Polisi juga mengamankan Herman dan Anton yang bertugas sebagai kurir di daerah Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu, 30 Desember 2007.
Dari hasil pemeriksaan, Hasan mengaku bukan pembuat uang palsu itu. Dirinya membeli upal tersebut dari Haji Sidik. Rp 1 Miliar upal dibelinya dengan Rp 1,5 Juta.
Namun Hasan tidak mengetahui alamat Haji Sidik karena setiap transaksi yang dilakukan mengunakan perantara Ucok yang sampai saat ini masih buron.
(nal/ary)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
232 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
