Longsor Wonogiri, Sido Dipastikan Tewas Tertimbun
Rabu, 26/12/2007 15:02 WIB
Wonogiri
Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Kopen, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri dipastikan mengakibatkan 1 orang tewas. Hingga sekarang warga masih mencari korban, bernama Sido (61), yang masih terkubur.
Hal itu diungkapkan salah seorang saksi mata, Martowiyono (70) yang selamat dari musibah yang terjadi Rabu (26/12/2007) pukul 03.30 WIB. "Kalau sampai siang ini tidak ketemu, Pak Sido sudah pasti meninggal akibat tertimbun tanah," kata Martowiyono kepada detikcom di lokasi.
Pada hari Selasa (25/12/2007) sore pukul 17.00 WIB saat pulang dari ladang, Martowiyono melihat Pak Sido duduk di teras rumah sambil mendengarkan radio. Lampu rumah sudah dinyalakan dan waktu itu hujan deras sudah mulai turun.
Kebiasaan korban, kata dia, sehabis bekerja sering bertandang di rumah tetangganya yakni rumah keluarga Sagimin dan Karso Sentono. Namun dua keluarga itu tidak melihat korban setelah terjadi musibah longsor.
"Karena tidak ada tetangga yang melihat, Pak Sido pasti mati kalap. Warga sudah mencari di reruntuhan bangunan rumah yang terseret ke bawah hingga 40-an meter tapi belum ketemu," kata mantan lurah Desa Bero itu.
Menurut dia, rumah Sido berada di lereng bukit Gunung Cantuk bagian atas yang berbatasan dengan ladang milik Martowiyono. "Rumah saya juga ikut roboh. Bagian belakang ikut terdorong longsoran tanah," ungkap dia.
Sagimin yang bertempat tinggal di dekat rumah Sido berhasil menyelamatkan diri, meski rumahnya hancur. Demikian pula keluarga Karso juga selamat, meski rumahnya miring, hampir roboh.
Marto mengatakan sebelum longsor terjadi, sejak Selasa sore hingga Rabu dini hari terjadi hujan deras disertai angin kencang. Sekitar pukul 03.30 WIB tiba-tiba dari arah bukit Gunung Cantuk yang ada di belakang rumah terdengar suara gemuruh. Saat itu Marto langsung membangunkan istrinya Ny Sutarni (66) untuk lari keluar rumah.
Namun saat hendak lari keluar, rumah yang terbuat dari kayu itu roboh lebih dulu. Dia bersama istrinya tertimpa genting dan kayu-kayu atap rumah. Saat itu dia juga mendengar beberapa orang tetangganya berlari keluar sambil berteriak minta tolong.
"Saya selamat dan keluar rumah lewat kayu atap rumah yang patah. Istri saya juga selamat dengan luka lecet di bagian kepala, punggung dan tangan," kata dia. (bgs/asy)
Hal itu diungkapkan salah seorang saksi mata, Martowiyono (70) yang selamat dari musibah yang terjadi Rabu (26/12/2007) pukul 03.30 WIB. "Kalau sampai siang ini tidak ketemu, Pak Sido sudah pasti meninggal akibat tertimbun tanah," kata Martowiyono kepada detikcom di lokasi.
Pada hari Selasa (25/12/2007) sore pukul 17.00 WIB saat pulang dari ladang, Martowiyono melihat Pak Sido duduk di teras rumah sambil mendengarkan radio. Lampu rumah sudah dinyalakan dan waktu itu hujan deras sudah mulai turun.
Kebiasaan korban, kata dia, sehabis bekerja sering bertandang di rumah tetangganya yakni rumah keluarga Sagimin dan Karso Sentono. Namun dua keluarga itu tidak melihat korban setelah terjadi musibah longsor.
"Karena tidak ada tetangga yang melihat, Pak Sido pasti mati kalap. Warga sudah mencari di reruntuhan bangunan rumah yang terseret ke bawah hingga 40-an meter tapi belum ketemu," kata mantan lurah Desa Bero itu.
Menurut dia, rumah Sido berada di lereng bukit Gunung Cantuk bagian atas yang berbatasan dengan ladang milik Martowiyono. "Rumah saya juga ikut roboh. Bagian belakang ikut terdorong longsoran tanah," ungkap dia.
Sagimin yang bertempat tinggal di dekat rumah Sido berhasil menyelamatkan diri, meski rumahnya hancur. Demikian pula keluarga Karso juga selamat, meski rumahnya miring, hampir roboh.
Marto mengatakan sebelum longsor terjadi, sejak Selasa sore hingga Rabu dini hari terjadi hujan deras disertai angin kencang. Sekitar pukul 03.30 WIB tiba-tiba dari arah bukit Gunung Cantuk yang ada di belakang rumah terdengar suara gemuruh. Saat itu Marto langsung membangunkan istrinya Ny Sutarni (66) untuk lari keluar rumah.
Namun saat hendak lari keluar, rumah yang terbuat dari kayu itu roboh lebih dulu. Dia bersama istrinya tertimpa genting dan kayu-kayu atap rumah. Saat itu dia juga mendengar beberapa orang tetangganya berlari keluar sambil berteriak minta tolong.
"Saya selamat dan keluar rumah lewat kayu atap rumah yang patah. Istri saya juga selamat dengan luka lecet di bagian kepala, punggung dan tangan," kata dia. (bgs/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 07:34 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK Dinilai Malah akan Rusak Citra Jokowi-Ahok
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 06:35 WIB
Grasi Digugat, Pengacara: Tidak akan Pengaruhi Pembebasan Corby
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
