detikcom

Senin, 24/12/2007 17:47 WIB

Jasa Marga Siapkan 6 CCTV di Tol Cipularang dan Padaleunyi

Erna Mardiana - detikNews
Bandung - PT Jasa Marga akan menyiapkan kamera pengintai atau CCTV untuk memantau arus lalu lintas di jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dan Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi). Rencananya CCTV tersebut aktif pada pertengahan tahun 2008.

Demikian disampaikan Kasubag Pelayanan dan Keselamatan PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi, Andri Koestiwan, kepada wartawan di kantornya, Jalan Pasteur, Senin (24/12/2007).

"Kami akan memasang 6 kamera pengintai di sepanjang tol Cipularang dan Padaleunyi pada 2008 nanti. Kami menargetkan aktif pada pertengahan tahun depan," ujar Andri.

Enam titik yang akan dipasang kamera pengintai berada di gerbang Padalarang Barat, interchange tol Padalarang Barat, pintu tol Pasteur, Cileunyi, Kopo, dan Buahbatu. Keenam titik tersebut, kata dia, merupakan titik rawan kepadatan arus kendaraan.

"Selama ini untuk mengetahui kondisi kepadatan di lapangan, selalu mengandalkan petugas patroli. Padahal setiap regu, mereka berpatroli untuk setiap 12 kilometer. Hal itu membuat kami lambat untuk mendeteksi tingkat kepadatan arus kendaraan di tol," jelas Andri.

Lebih lanjut kata dia, monitor kamera pengintai tersebut akan disimpan di ruang Sentral Komunikasi (Senkon) Jasa Marga. Dengan begitu, setiap perkembangan tingkat kepadatan di enam titik rawan itu dapat langsung terpantau, tanpa harus menunggu laporan dari petugas lapangan.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(ern/djo)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
60%
Kontra
40%