Senin, 03/12/2007 14:04 WIB

Usai Sidang, Syaukani Foto Bareng Pengacara di Depan Meja Hakim

Arry Anggadha - detikNews
Jakarta - Bupati nonaktif Kutai Kartanegara (Kukar) Syaukani Hasan Rais dan tim kuasa hukum menyempatkan diri berfoto bersama usai sidang. Kesempatan langka itu dilakukan di depan meja hakim. Jepret!

Foto bareng dilakukan mereka usai membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/12/2007).

Kuasa hukum Syaukani yang dikomandoi OC Kaligis dan 5 kuasa hukum dari kantor pengacara beken lainnya, memberikan kesempatan kepada wartawan untuk mengabadikan kesempatan ini.

Syaukani yang mengenakan batik putih terlihat sumaringah ketika berpose dengan diapit 18 pengacara.

Menurut salah seorang kuasa hukum, Hironimus Dani, foto bareng dilakukan sebagai kenangan-kenangan.

"Ya kapan lagi kita foto-foto bareng," ujar dia.

Setelah mengambil gambar, akhirnya Syaukani dikembalikan lagi ke hotel prodeo di Polda Metro Jaya, sedangkan tim kuasa hukum kembali ke kantor masing-masing.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nik/sss)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
64%
Kontra
36%