detikcom
Jumat, 30/11/2007 08:48 WIB

Calon Panglima TNI Akan Ditanya Kasus Mobil Mewah Ilegal

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jakarta - Dugaan kasus impor mobil mewah ilegal yang melibatkan TNI AD akan menjadi salah satu menu hangat dalam fit and proper test Panglima TNI. Jenderal Djoko Santoso sebagai satu-satunya calon akan dimintai klarifikasi.

"Kalau dokumen itu sudah beredar di masyarakat pasti Komisi I DPR akan bertanya. Kalau tidak ada yang nanya, ya saya akan tanya. Tetapi saya tidak yakin Djoko terlibat. Tetapi kalau dugaan itu ada, mungkin saja," kata anggota Komisi I DPR RI Yuddy Chrisnandi kepada detikcom, Jumat (30/11/2007).

Dikatakan Yuddy, kasus tersebut merupakan isu lama yang pernah dilontarkan pada Juni 2006. Isu itu muncul saat merebaknya kasus senjata ilegal yang melibatkan mendiang Brigjen Koesmayadi.

"Pengusutan senjata saat itu dianggap lamban. Anggota Komisi I lalu mendapat dokumen gelap tanpa pengirim yang jelas di antaranya, menyoroti dugaan penyelundupan mobil mewah yang dilakukan petinggi TNI AD, dan mobil itu diputihkan menjadi mobil dinas," beber politisi Partai Golkar ini.

Yuddy pun memaklumi apabila kasus impor mobil ilegal ini arahnya bakal menyeret KSAD yang akan menjalani fit and proper test. "Tidak perlu berlebihan menanggapi, bukan berarti mengabaikan. Kalau nanti ditanya, saya minta Djoko mengklarifikasinya," kata Yuddy.

Dalam sidak Menkeu dan Ditjen Bea Cukai tanggal 8 November 2007, ditemukan penyelundupan banyak mobil mewah.

Nah, dalam sidak itu, ditemukan ada mobil mewah yang diimpor TNI AD dengan menggunakan dokumen impor ambulans. Dokumen itu menyebutkan bahwa yang diimpor adalah 35 unit mobil ambulans jenis Isuzu OZ 3/4 ton (4x4).

Kejanggalan lain adalah impor tersebut dilakukan dengan memberikan Jaminan Pembayaran Bea Masuk sebesar Rp 8.645.631.091. Padahal, jika memang untuk keperluan dinas TNI, yang berlaku adalah Pembebasan Bea Masuk (PBM). Kasus ini kini tengah dikaji Dephan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aan/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%