Detik.com News
Detik.com

Senin, 26/11/2007 09:11 WIB

Ironi Benda Seni Keraton Solo (1)

Sang Peramal Pembawa Sial

Halaman 1 dari 3
Jakarta - Lebih setahun lima arca dari Candi Prambanan bertualang di luar Museum Radya Pustaka, Solo. Belakangan jejak kelima arca peninggalan abad ke IX itu, terhenti di rumah konglomerat Hashim Djojohadikusumo, di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Pemberhentian terakhir arca-arca itu diketahui dari mulut Heru Suyanto, pedagang barang antik yang berdomisili di Solo. Arca Agustya, Arca Durga Mahesa Sura Madini, Arca Durga Mahesa Sura Madini II, Arca Siwa dan Arca Mahakala, semuanya diborong Heru dari Museum Radya Pustaka.

Caranya, dengan mengajak kongsi Kepala Museum Radya Pustaka Solo KRH Darmodipuro. Pria yang akrab disapa Mbah Hadi ini kemudian menyuruh Jarwadi, juru kunci Museum, dan Gatot, petugas keamanan museum untuk melancarkan upaya pencurian.

Terbongkarnya kasus pencurian lima arca itu hanya sebuah cuplikan dari rangkaian kisah hilangnya benda peninggalan sejarah di museum itu. Soalnya, kasus-kasus semacam ini sudah lama terjadi, tapi tidak seribut sekarang.

"Sudah puluhan tahun benda-benda seni peninggalan yang ada di museum berpindah tangan. Benda-benda itu diperjualbelikan secara bebas,"jelas Titis Srimuda Witama, peneliti arsitektur keraton kepada detikcom.

Ungkapan Titis dikuatkan dengan hasil temuan Lembaga ini Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa tengah, yang melakukan inventarisasi di Museum Radya Pustaka, dua pekan lalu.

Dari hasil inventarisasi BP3 tersebut diketahui, beberapa benda sejarah telah raib. Masing-masing, lima arca batu, tiga arca perunggu peninggalan abad ke-IX, satu lampu gantung perunggu, satu piring porselin dari Cina abad ke-VII, serta tempat buah kristal mewah pemberian Napoleon Bonaparte kepada Pakoeboewono VI.Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(/)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%