Tak Punya Anak Bukan Melulu Salah Perempuan
Jumat, 23/11/2007 15:18 WIB
Jakarta
Istri kerap dipersalahkan jika buah hati tak kunjung datang. Padahal sperma suami yang jelek juga menjadi penyebab istri tak kunjung hamil.
"Kalau dulu wanita yang selalu disalahkan karena tidak bisa hamil. Tapi sekarang tidak, sperma yang jelek dikarenakan laki-lakinya perokok dan minum minuman beralkohol," kata konsultan ahli dr Taufik Jamaan SpOG.
Hal ini disampaikan dia dalam acara peluncuran klinik bayi tabung swasta, yakni Klinik Teratai di RS Gading Pluit, Jl Boulevar Timur Raya Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis 22 November 2007.
"Faktor sperma yang jelek juga menjadi salah satu faktor kegagalan dalam bayi tabung. Ini dipicu gaya hidup merokok, alkohol, obat-obatan, dan kafein," jelas Taufik.
Sedangkan Dr Irsal Yan SpOG yang menangani kelahiran Nugroho Karyanto, bayi tabung pertama di Indonesia tahun 1987 yang kini berusia 20 tahun, mengatakan, penanganan bayi tabung kini bukan hal aneh lagi. Tetapi sudah menjadi kebutuhan," ujarnya.
Konsultan ahli dr Indra Anwar SpOG menuturkan, bayi tabung yang lahir di dunia berjumlah 1 juta. Total biaya program Rp 45-55 juta.
"Untuk mencegah kebanjiran embrio, biasanya kita mengambil 3 sperma, jadi tergantung dibuahinya berapa. Kami berharap kelahiran 1, tetapi biasanya pasangan suami-istri senang dengan anak kembar, dan sejauh ini aman-aman saja," kata Indra.
Dituturkan dia, di Inggris pernah terjadi kebanjiran embrio. Sehingga nasib embrio sisa biasanya dimanfaatkan untuk penelitian atau disumbangkan kepada pasangan lain yang membutuhkan. (sss/ana)
"Kalau dulu wanita yang selalu disalahkan karena tidak bisa hamil. Tapi sekarang tidak, sperma yang jelek dikarenakan laki-lakinya perokok dan minum minuman beralkohol," kata konsultan ahli dr Taufik Jamaan SpOG.
Hal ini disampaikan dia dalam acara peluncuran klinik bayi tabung swasta, yakni Klinik Teratai di RS Gading Pluit, Jl Boulevar Timur Raya Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis 22 November 2007.
"Faktor sperma yang jelek juga menjadi salah satu faktor kegagalan dalam bayi tabung. Ini dipicu gaya hidup merokok, alkohol, obat-obatan, dan kafein," jelas Taufik.
Sedangkan Dr Irsal Yan SpOG yang menangani kelahiran Nugroho Karyanto, bayi tabung pertama di Indonesia tahun 1987 yang kini berusia 20 tahun, mengatakan, penanganan bayi tabung kini bukan hal aneh lagi. Tetapi sudah menjadi kebutuhan," ujarnya.
Konsultan ahli dr Indra Anwar SpOG menuturkan, bayi tabung yang lahir di dunia berjumlah 1 juta. Total biaya program Rp 45-55 juta.
"Untuk mencegah kebanjiran embrio, biasanya kita mengambil 3 sperma, jadi tergantung dibuahinya berapa. Kami berharap kelahiran 1, tetapi biasanya pasangan suami-istri senang dengan anak kembar, dan sejauh ini aman-aman saja," kata Indra.
Dituturkan dia, di Inggris pernah terjadi kebanjiran embrio. Sehingga nasib embrio sisa biasanya dimanfaatkan untuk penelitian atau disumbangkan kepada pasangan lain yang membutuhkan. (sss/ana)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 07:34 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK Dinilai Malah akan Rusak Citra Jokowi-Ahok
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 06:35 WIB
Grasi Digugat, Pengacara: Tidak akan Pengaruhi Pembebasan Corby
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
