Detik.com News
Detik.com
Kamis, 08/11/2007 15:31 WIB

Ketua PN Bandung: Kriminal Geng Motor Harus Dihukum Maksimal

Erna Mardiana - detikNews
Bandung - Rendahnya hukuman bagi anggota geng motor yang melakukan tindak kriminal disebabkan beberapa hal. Salah satunya adalah pelaku rata-rata masih anak-anak. Hal tersebut disampaikan Ketua Pengadilan Negeri Bandung, M Syarifuddin di kantornya, Jl RE Martadinata, Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/11/2997). "Kita harus melihat pertimbangan hakim mengapa memberikan hukuman rendah. Bisa jadi karena itu (pelaku masih di bawah umur)," kata Syarifuddin. Menurut Syarifuddin, menurut UU hukuman bagi anak-anak di bawah umur memang setengah dari hukuman orang dewasa. Namun demikian, sambung Syarifuddin, dia telah meminta para hakim memberikan hukuman yang proporsional. Anggota geng motor yang melakukan tindakan kriminal harus diberi sanksi sesuai pebuatannya. "Jika memang tindak pidananya berat, maka dikenakan hukuman yang berat. Mereka harus diberi hukuman maksimal untuk menimbulkan efek jera sehingga kapok dan Bandung bersih dari geng motor," tutur Syarifuddin. "Saya bukan bermaksud mengintervensi, namun tindak pidana anggota geng motor sekarang ini memang sudah sangat meresahkan. Terkadang malah lebih kejam dari orang dewasa," imbuh Syarifuddin.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(djo/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%