Kamis, 08/11/2007 15:31 WIB

Ketua PN Bandung: Kriminal Geng Motor Harus Dihukum Maksimal

Erna Mardiana - detikNews
Bandung - Rendahnya hukuman bagi anggota geng motor yang melakukan tindak kriminal disebabkan beberapa hal. Salah satunya adalah pelaku rata-rata masih anak-anak. Hal tersebut disampaikan Ketua Pengadilan Negeri Bandung, M Syarifuddin di kantornya, Jl RE Martadinata, Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/11/2997). "Kita harus melihat pertimbangan hakim mengapa memberikan hukuman rendah. Bisa jadi karena itu (pelaku masih di bawah umur)," kata Syarifuddin. Menurut Syarifuddin, menurut UU hukuman bagi anak-anak di bawah umur memang setengah dari hukuman orang dewasa. Namun demikian, sambung Syarifuddin, dia telah meminta para hakim memberikan hukuman yang proporsional. Anggota geng motor yang melakukan tindakan kriminal harus diberi sanksi sesuai pebuatannya. "Jika memang tindak pidananya berat, maka dikenakan hukuman yang berat. Mereka harus diberi hukuman maksimal untuk menimbulkan efek jera sehingga kapok dan Bandung bersih dari geng motor," tutur Syarifuddin. "Saya bukan bermaksud mengintervensi, namun tindak pidana anggota geng motor sekarang ini memang sudah sangat meresahkan. Terkadang malah lebih kejam dari orang dewasa," imbuh Syarifuddin.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(djo/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%