detikcom

Loncat dari Kereta Usai Ngejambret, Bruuk... Robi Patah Kaki

Ari Saputra - detikNews
Jumat, 26/10/2007 18:06 WIB
Jakarta Suasana kereta jurusan Bogor-Kota dijamin jarang sepinya. Apalagi di jam-jam orang berangkat dan pulang kerja. Di saat itu lah Robi si penjambret beraksi. Mata Robi celangak-celinguk mencari mangsa. Ah, ya... dia langsung tertarik pada Rahayu yang terlihat sendirian. Melihat mangsanya lengah, breeet... tas tangan Rahayu pun berpindah tangan. Dalam sekejap, Robi sudah menghilang melarikan diri di antara jubelan penumpang kereta. Sementara Rahayu hanya bisa berteriak jambret... jambret. Robi tidak ingin korbannya menemukan dia di kereta. Tanpa perhitungan, dia meloncat dari kereta yang sedang melaju menuju Stasiun Jayakarta. Tapi pemuda itu tidak mendarat mulus. Braaak... Robi malah jatuh terjungkal menabrak jembatan penyebrangan yang tingginya sekitar 5 meter. Sudah pasti sakit dirasakan Robi. Kakinya patah, juga pinggangnya. Kendati Robi kesakitan, dengan tenaga tersisa dia masih mampu jalan terseok-seok. Robi langsung menuju ke rumah kontrakannya di Kampun Bandan, 500 meter dari jembatan tempat dia meloncat dari kereta. Ah, akhirnya dia tiba di rumah. Baru saja bernafas lega sambil menahan rasa sakit, eh... polisi sudah bertamu. "Jangan bergerak. Polisi! Kamu ditangkap," seru anggota Buser Polsektro Pademangan. Nyut... nyut... nyut... Rasa sakit makin dirasakan Robi. Menurut Komandan Tim Buser Polsektro Pedamangan, Jakarta Utara, Iptu Ali Zusron, Robi tertangkap setelah Rahayu melaporkan penjambretan itu. Polisi pun langsung menyisir kontrakan Robi. "Dia target kami. Anggota kami menguntitnya seminggu ini. Dia masuk kelompok Rangkas. Temannya banyak, lainnya masih kami kejar," terang Ali Zusron di Mapolrestro Pademangan, Jumat (26/10/2007). Robi yang kini mendekam di ruang tahanan sambil mengerang kesakitan dikenai 363 KUHP tentang pencurian. Dia diancam hukuman 5 tahun penjara. Sementara itu, korban mengaku kapok naik kereta api. Kasus ini merupakan kali pertama yang menimpanya sejak ia merasakan pergi-pula kerja naik KA dua bulan lalu. "Kapok. Soalnya kantor saya pindah dua bulan lalu, jadi harus naik kereta," keluh Siti Rahayu kapok. (Ari/ana)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini