Detik.com News
Detik.com

Jumat, 19/10/2007 09:09 WIB

Ludes Terbakar

Kantor Bupati Inhu Digaris Polisi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Riau - Kantor Bupati Indragiri Hulu (Inhu) di Kota Rengat, Riau, yang terbakar, Jumat (19/10/2007) pukul 00.45 WIB, kini di-police line. Sekitar 20 aparat kepolisian dari jajaran Polres Inhu berjaga-jaga di sekitar kantor yang kini tinggal rangka itu. Tampak juga puluhan Satpol PP. Suasana di kantor itu masih sepi, sebab belum ada PNS yang masuk. Mereka dijadwalkan masuk pada 22 Oktober 2007. Lantai 2 kantor itu saat ini masih berasap meski api sudah padam. Informasi yang dihimpun detikcom, kantor bupati itu terbakar diduga akibat korsleting listrik. Api mulai memercik dari ruangan wakil bupati pada pukul 00.45 WIB dan api bisa dikuasai pukul 03.30 WIB. Selain ruang kerja bupati, lantai 2 yang terbakar juga merupakan ruangan wakil bupati, asisten, serta staf bagian humas.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nik/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%