detikcom

Matahari Bercincin, Efek Kristal Es di Awan Cirrus

Umi Kalsum - detikNews
Kamis, 27/09/2007 12:45 WIB
Matahari bercincin (foto atas kiriman Erna Listya dan foto bawah kiriman Cakra Chandra)
Jakarta Sejak pagi masyarakat Jakarta, Bandung dan beberapa wilayah lain di Indonesia menyaksikan Matahari bercincin. Fenomena ini jarang-jarang terjadi. Namun peneliti utama Astronomi-Astrofisika, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Bandung, Dr Thomas Djamaluddin, memastikan peristiwa itu sebagai fenomena biasa. "Itu disebut halo. Fenomena ini terjadi kalau di awan cirrus ada kristal es. Jadi Bulan atau Matahari akan dikelilingi lingkaran karena ada pembiasan cahaya," kata Thomas kepada detikcom, Kamis (27/9/2007) pukul 12.30 WIB. Peristiwa itu biasanya terjadi jika awan cirrus berada di ketinggian sekitar 10 km dari Bumi. "Karena ada kristal es itu, maka cahaya Matahari kemudian dibiaskan, membentuk seperti cincin. Ini mirip kejadian pelangi, hanya aja kalau pelangi karena hujan," ujarnya. Thomas meyakinkan, fenomena tersebut merupakan fenomena biasa. "Bukan hal yang luar biasa," katanya. (umi/nrl)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel