detikcom

TNI AU Serahkan Penunjukan Pabrik Sukhoi ke Dephan

M. Rizal Maslan - detikNews
Sabtu, 15/09/2007 06:33 WIB
Jakarta Pihak Mabes Angkatan Udara menyerahkan sepenuhnya kepada Departemen Pertahanan (Dephan) terkait penelitian dua pabrik pengadaan pesawat jet tempur Sukhoi di Rusia. Sebab, selama ini ada dua pabrik yang memproduksi pesawat yang sama, yaitu Knappo dan Irkut. "Sebenarnya kita tidak masalah. Tapi masalahnya dulu Shukoi yang pertama kita beli produk dari Knappo," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Herman Prayitno di sela-sela buka puasa bersama di Gedung Ardhya Garini, Halim Perdanakusma, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2007). Menurut Herman, bila membeli pesawat baru atau sistem persenjataan apa saja, misalnya rudal dan lain-lain, tentunya TNI AU terlebih dahulu menetapkan spesifikasi teknik dahulu. Di Rusia sendiri, karena pembelian menggunakan skema G to G, di mana ada dua perusahaan pabrik yang memproduksi Sukhoi. "Silakan mana yang berurusan dengan kita, itu merupakan kewenangan di Rusia," ucap KSAU. Tapi masalahnya, lanjut Herman, empat pesawat Sukhoi yang pertama di miliki TNI AU dibeli adalah produk Knappo. Tapi, bila pemerintah Rusia memilih pabrik Irkut bagi penyedia pesawat tersebut, yang penting sesuai dengan spesifikasi teknis yang diajukan TNI AU. "Apa itu buatan Knappo atau Irkut, bagi kita sama. Karena perjanjian atau loan kita itu dari Rusia sendiri. Kita tidak terlalu mempermasalahkan," jelasnya. Hanya saja menurut Herman, dari segi kemudahan mungkin bila pesawat itu dibeli dari pabrik yang sama dengan dahulu. Sebab, sudah ada hubungan dan kerjasama sebelumnya dengan pihak Knappo. "Tapi intinya kita tidak ada persoalan, ini sudah berjalan. Kita serahkan sepenuhnya kepada Dephan," imbuh KSAU. (zal/gah)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini