6 Sukhoi Dibeli dari Dana Kredit Ekspor 2005 US$ 335 juta
Kamis, 23/08/2007 18:14 WIB
Jakarta
Biaya pembelian enam unit pesawat jet tempur Sukhoi dari Rusia oleh pemerintah Indonesia berasal dari alokasi dana kredit ekspor tahun 2005 senilai US$ 335 juta. Pembelian ini berbeda dengan pembelian alutsista senilai US$ 1 miliar melalui fasilitas state credit (kredit negara) dari Rusia.
"Jadi untuk Sukhoi itu di luar state credit US$ 1 miliar, tapi menggunakan kredit ekspor pada tahun 2005, yang nilainya US$ 335 juta untuk enam Sukhoi, tiga SU 27 dan tiga lagi untuk SU 30," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin usai menerima kunjungan Sekjen Dephan Jerman Peter Eikenboon di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (23/8/2007).
Jadi menurut Sjafrie, apa yang telah ditandatangani di Rusia oleh Dirjen Ranahan Dephan RI Marsekal Muda TNI Slamet Prihatno dengan pihak Rosoboron Export bukan kontrak pembelian, tapi nota kesepahaman saja. "Kapan pesawat itu bisa tiba, saya tidak bisa bilang cepat, karena kita bukan dalam kapasitas soal pendanaan, tapi hanya proses pengadaan saja," jelas dia.
Dijelaskan Sjafrie, pertemuan di Rusia merupakan kegiatan tahunan Komisi Kerjasama Militer Teknik Indonesia-Rusia. Dalam pertemuan itu, tim Rusia akan menyampaikan secara resmi sikap pemerintahnya tentang state credit senilai US$ 1 miliar guna mendukug kebutuhan alutsista TNI.
State credit ini, lanjut Sjafrie, di Indonesia diformulasikan di dalam alokasi kredit ekspor tahun 2005-2009 senilai US$ 3,7 miliar. "Jadi di dalam US$ 3,7 miliar itu ada US$ 1 miliar yang dialokasikan dari dukungan state credit yang berasal dari Rusia," ungkapnya.
Pemerintah Indonesia mengambil tawaran Rusia dikarenakan lebih efisien, baik dalam waktu juga tata cara pembayarannya. Dana US$ 1 miliar ini telah diformulasikan untuk kebutuhan 10 helikopter angkut Mi-17 V5 dan 5 helikopter Mi-35 P untuk AD, 2 kapal selam Kilo Class dan 20 tank amfibi BNF-3P untuk TNI AL dan peralatan senjata serta avionik untuk pesawat Sukhoi yang sudah dimiliki TNI AU.
Mengenai kredit negara ini, ditambahkan Sjafrie, di Rusia ada tiga institusi yang bertanggung jawab dalam pengadaan alutsista. Yaitu, pertama, Federal Service Military Technical Cooperation (FSMTC), lembaga yang bertugas atas nama Dephan Rusia dalam mengawasi penjualan peralatan militer.
Kedua, Rossoboron Export yang melalui Dekrit Pesiden Rusia ditetapkan sebagai satu-satunya institusi pemerintah yang legal untuk pengadaan alutsista. Dan ketiga, pihak produsen atau pabrik. Indonesia dalam hal ini, setelah mengajukan spesifikasi teknik, mengajukan penawaran ke Rossoboron Export.
"Dari situ kita bisa memperoleh satu harga yang nanti disupervisi oleh FSMTC. Dengan demikian ke depan
pengadaan alutsista akan lebih efisien, sederhana dan lebih ramping," tandas Sjafrie.
Walaupun pengadaan kredit negara ini dilakukan G to G, menurut Sjafrie, pihaknya tetap tidak akan meninggalkan kompetensi institusi pemerintah lainnya, termasuk dengan DPR. Pembelian melalui fasilitas ini, menurut dia, berbunga sangat rendah, yaitu 5,3 persen dengan pelunasan selama 15 tahun.
(zal/asy)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 17:15 WIB
Soal Polemik Lady Gaga, Istana: Polri Tak Memihak Golongan Tertentu
-
Senin, 21/05/2012 17:13 WIB
Anggaran Dipotong 20-85%, Komnas HAM, Komnas Perempuan & KPAI Protes
-
Senin, 21/05/2012 17:08 WIB
Tabrak Pagar, Taksi Terbalik di KM 5+400 Tol Jagorawi
-
Senin, 21/05/2012 17:03 WIB
Istana: Dahlan Iskan Mundur Hanya Rumor
-
Senin, 21/05/2012 17:00 WIB
Tanggapi Isu Ani Yudhoyono Jadi Cawapres Ical, Golkar: Bagus Juga
-
Senin, 21/05/2012 15:27 WIB
Ini Syarat Polri untuk Konser Lady Gaga
-
Senin, 21/05/2012 14:45 WIB
FPI Pegang 150 Tiket Lady Gaga, Polisi: Pengamanan Disiagakan!
-
Senin, 21/05/2012 16:21 WIB
Isu Nego Uang Saat Kebakaran, Damkar: Kita Terima Telepon Cuma 3 Menit
-
Senin, 21/05/2012 16:11 WIB
Ibunda Ingin Lihat Jasad Heny Pramugari Sky untuk Terakhir Kali
-
660 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 464.000
- Rp 5,978.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message

_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
