detikcom

Panggar DPR Dukung Rencana Pembelian 6 Sukhoi Baru

M. Rizal Maslan - detikNews
Rabu, 22/08/2007 20:38 WIB
Jakarta Panitia Anggaran (Panggar) DPR akan mendukung rencana pembelian enam unit pesawat jet tempur Sukhoi dari Rusia oleh Departemen Pertahanan (Dephan). DPR juga mendukung bila pembelian ini dilakukan melalui mekanisme kredit negara. "Kita butuh (alutsista) itu. Negara kita ini sangat besar dan butuh pengawasan lebih. Masa kita hanya punya empat skuadron pesawat tempur. Tidak cukup kan," kata ketua Panitia Anggaran DPR, Emir Moeis di sela diskusi bertajuk 'Mengkritisi RAPBN 2008' di Jl Wolter Mongonsidi, Jakarta Selatan, Rabu (22/8/2007). Menurut Emir, di tengah persaingan global, sangat dibutuhkan kemampuan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah. "Menjaga keutuhan dan kedaulatan sangat penting. Apa gunanya kesehatan dan pendidikan yang bagus, tapi keutuhan tidak terjaga. Ya sama saja ruginya," tandas Emir. Emir mengatakan, peran TNI untuk melaksanakan penjagaan kedaulatan wilayah sungguh diharapkan. Tapi, itu semua harus diwujudkan dengan penambahan kekuatan alutsista TNI. Karenanya, pihaknya mendukung upaya Dephan melakukan negosiasi dengan Rusia untuk mendapatkan kredit negara untuk pembelian empat unit Sukhoi. Ditambahkan Emir, pembelian pesawat tersebut untuk menambah kekuatan TNI dalam pengawasan wilayah yang akan berujung pada peningkatan pendapatan negara. Contohnya, hasil perikanan yang pertahunnya cuma memberikan devisa kurang dari Rp 1 Trilliun, karena banyaknya pencurian. "Kita itu surganya ikan, tapi hasilnya kok sedikit? Inikan karena kurangnya pengawasan laut akibat kurangnya peralatan. Kita sangat mendukung usaha menambah alutsista pertahanan," ujarnya. Sebelumnya, Tim Dephan yang dipimpin Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsuddin telah menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah Rusia terkait pembelian enam unit pesawat tempur jenis Sukhoi senilai US $ 350 Juta. Rencana pembelian pesawat Sukhoi baru ini berbeda pembelian sejumlah alutsista melalui kredit ekspor sebesar US $ 1 Milliar yang sebelumnya telah disepakati kedua negara. Di mana rencana kredit ekspor senilai US $ 1 Milliar dolar yang akan dilakukan secara bertahap. Kredit ekspor ini meliputu pembelian 10 unit Helikopter MI17 V-5 ditambah lima unit helikopter MI -35 V beserta peralatan persenjataannya untuk TNI AD. Pembelian dua kapal selam kelas kilo dan 20 unit kendaraan tempur infanteri jenis BT-BNF untuk TNI AL. Sementara TNI AU akan dibelikan peralatan avionik Sukhoi dan peralatan sistem persenjataan bagi empat pesawat Sukhoi yang sudah dimiliki saat ini. (zal/ken)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini