Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 04/08/2007 11:13 WIB

Pendemo Diseret Gara-gara Tolak Gelar Doktor HC Sutiyoso

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Semarang - Pemberian gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro Semarang untuk Sutiyoso masih menuai penolakan. Seorang pendemo diseret gara-gara menolak penganugerahan gelar tersebut. Auditorium Universitas Diponegoro (Undip), Jawa Tengah, Sabtu (4/8/2007) pagi ini sedang berlangsung penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa untuk Sutiyoso. Ratusan undangan sudah memenuhi auditorium. Namun acara tersebut sempat terinterupsi dengan kehadiran 6 orang yang mengaku dari Gerakan Mahasiswa Penyelamat Almamater Undip, beberapa kelompok buruh dan Masyarakat, serta LBH. Mengenakan baju hitam, masing-masing pendemo memegang rangkaian huruf yang jika dibaca bertuliskan TOLAK DRHC. Di balik huruf tersebut tertulis UNDIP SALE. Mereka tidak melakukan orasi apa pun. Hanya aksi diam. Kendati begitu, satpam yang berjaga-jaga di sekitar kampus gerah juga melihat aksi mereka. Beberapa satpam kemudian meminta pendemo untuk ke luar kampus. 5 di antaranya oke, hanya 1 pendemo yang menolak. "Demonya di luar aja mas, jangan di sini," begitu minta seorang satpam. Namun permintaan tersebut tidak diindahkan oleh pendemo yang bernama Fajar tersebut. Hilang kesabaran, akhirnya 4 satpam mengambil tindakan. Fajar diseret paksa, bahkan hampir dibopong, menuju ke lapangan basket yang berjarak sekitar 30 meter dari Gedung Auditorium. Kericuhan tersebut sempat menarik perhatian para undangan yang masih berada di halaman. Namun setelah mengetahui apa yang terjadi, mereka masuk ke dalam ruangan Auditorium karena acara segera dimulai. Fajar yang dijaga beberapa satpam itu kemudian hanya bisa ngoceh-ngoceh. "Saya sebagai alumnus Undip tidak terima kalau Sutiyoso diberi gelar Honoris Causa. Karena faktanya selama masa kepemimpinannya banyak masyarakat kalangan bawah yang justru banyak menjadi korban. Terutama para PKL yang digusur itu," kata pemuda yang mengaku alumnus Fakultas Teknik Undip angkatan 1990. Fajar kemudian bergabung dengan kelima temannya yang berada di luar kampus. Mereka menghentikan aksi penolakan pada Sutiyoso. Sementara di luar kampus juga sudah terlihat beberapa petugas keamanan sebanyak 1 SSK.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ana/sss)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%