Rabu, 18/07/2007 08:45 WIB

Bersama Ponaryo Astaman (1)

Sungguh-Sungguh, Yakin Menang

Jakarta - Sepekan lamanya Ponaryo Astaman dipaksa beristirahat. Cedera metatarsal di kaki kanannya kambuh saat menghadapi kesebelasan Bahrain. Alhasil, Kapten Tim Nasional Indonesia ini, terpaksa tidak bisa ikut bermain menghadapi tim Arab Saudi di pertandingan kedua Piala Asia. Tapi di laga ketiga saat menghadapi kesebelasan Korea Selatan (Korsel), Rabu (18/7), Ponaryo dipastikan akan merumput lagi. Apalagi izin bermain dari dokter yang merawatnya sudah dikantongi. Kehadiran Yoyo, sapaan akrab pria kelahiran Balikpapan (Kalimantan Timur), 25 September 1979 itu, diharapkan bisa memotivasi semangat tim dalam menghadapi Korsel di pertandingan penentuan tersebut. Apa saja yang telah dilakukan Ponaryo dan kawan-kawan dalam menghadapai kesebelasan Korsel, sore nanti? berikut petikan wawancara detikcom dengan Ponaryo Astaman di Hotel JW Merriot, Senin, 16 Juli lalu. Dalam menghadapi Korsel apakah ada persiapan khusus? Kalau saya nilai persiapan tidak ada yang khusus. Kami latihan seperti bisaa, yakni ketika ingin menghadapai Bahrain dan Arab Saudi. Sebab karakter permainan Arab Saudi dan Korsel kurang lebih sama. Mereka mengandalkan bola-bola crossing. Tapi apakah ada hal spesifik yang membedakan permainan tim Arab Saudi dan tim Korsel? Tentu saja ada. Misalnya dari tempo permaianan Korea yang cepat. Pergerakan tanpa bola para pemain Korsel akan sangat merepotkan lini pertahanan. Cara mengantisipasinya bagaimana? Kami akan lebih fokus kepada penjagaan man to man. Mereka selalu bergerak mencari posisi. Untuk itu kami akan mengawasi bukan hanya satu kali pergerakan. Melainkan arah kedua, ketiga dan seterusnya akan terus kita waspadai. Bola-bola crossing mereka juga tidak pernah menunggu sampai ke dekat kotak pinalti mereka melakukan crossing. Dari tengah lapangan pun mereka sudah bisa melakukannya. Pelatih kita bilang bahwa itulah gaya Korsel. Di antara tim-tim yang berlaga di Piala Asia, tim Korsel yang paling banyak melakukan crossing. Selama ini fisik para pemain Korsel terkenal begitu prima. Apakah untuk mengimbanginya pelatih menerapkan latihan khusus. Misalnya mengintensifkan latihan fisik? Untuk melakukan latihan fisik saat ini sudah tidak mungkin. Karena waktunya tidak mencukupi. Paling tidak tim saat ini harus melakukan recovery. Diharapkan kelelahan setelah bertanding melawan Arab Saudi beberapa hari lalu bisa pulih kembali. Intruksi apa yang diberikan pelatih untuk pemulihan tersebut? Paling-paling pengetatan jam istirahat. Para pemain diwajibkan untuk masuk kamar dan istirahat sejak jam 10 malam. Dengan kekalahan Korsel dari Bahrain, bisakah menjadi semangat bagi teman-teman dalam menghadapi Korsel? Saya kira hasil itu sangat berpengaruh bagi semangat tim. Sebab selama ini tim Korsel dianggap paling hebat di benua Asia. Tapi ternyata mereka juga bisa dikalahkan. Apalagi tim Bahrain yang berhasil mengalahkan Korsel, sebelumnya pernah kita kalahkan. Hal ini tentunya bisa menambah optimisme kita dalam menghadapi Korsel.Jadi kalau kita sungguh-sungguh dan mengeluarkan apa yang kita punya, tentu kita bisa mengalahkan tim Korsel. Anda sebelumnya sempat cedera. Bagaimana dalam menghadapi tim Korsel? Saya akan main secara maksimal demi merah putih. Tapi apakah kondisi Anda sudah cukup baik untuk bisa berlaga secara optimal? Kaki saya sudah tidak masalah. Dan menurut dokter saya sudah diperbolehkan bermain. Jadi saya bisa bermain secara maksimal. Apakah saat menghadapi Korsel ada kiat khusus untuk menghindari cedera? Mungkin saya akan menghindari benturan langsung atau terinjak dari pemain lawan. Tapi yang jadi fokus utama saya adalah bagaimana saya bisa bermain sebaik-baiknya untuk tim sehingga bisa menang melawan Korsel. Apakah keluarga datang untuk memberikan semangat? Mereka datang sejak pertandingan pertama. Tapi Senin (16/7), istri dan dua anak saya sudah pulang ke Malang. Karena anak pertama saya sedang sakit. Sedang sakit apa? Hanya demam saja. Mungkin karena tidak cocok dengan udara di hotel yang ber- AC. Apalagi anak saya yang sakit itu umurnya baru 2,5 tahun. Apakah ada pesan dari istri dan anak-anak dalam menghadapi pertandingan melawan Korsel? Mereka hanya berpesan agar saya bermain baik dan menjaga kondisi kesehatan saya. Saat ini seluruh masyarakat Indonesia mendukung penuh Anda dan teman-teman. Bagaimana perasaan anda? Tentu sangat senang. Respon masyarakat sangat luar bisaa. Sekalipun kami sempat kalah saat melawan Arab Saudi, tapi masyarakat tetap men-support kami. Ini sungguh sikap yang di luar dugaan kami. Dengan adanya dukungan masyarakat seperti ini, bisa dijadikan modal yang sangat kuat bagi kami untuk bertarung mati-matian melawan Korsel. Kami tidak mau mengecewakan masyarakat. Dan saya berharap dukungan ini akan terus berlanjut terhadap kesebelasan Indonesia ke depan. Sebab tanpa dukungan masyarakat, dunia persepakbolaan negara kita tidak akan berkembang. Alhamdulillah Saya dan teman-teman mengalami masa di mana masyarakat begitu antusias mendukung kami dalam bermain bola.(den)

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(/)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%