Senin, 18/06/2007 10:33 WIB

Nenek Dela Tuntut Tanggung Jawab Bang Yos

Nograhany Widhi K - detikNews
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dituntut bertanggung jawab oleh seorang nenek berusia 65 tahun. Nenek Dela meminta Bang Yos memikirkan nasibnya. Korban banjir yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota itu menyampaikan tuntutannya dalam aksi demo yang diikuti sekitar 100 warga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Senin (18/6/2007). Tidak hanya Jaringan Rakyat Miskin Kota, massa dari Urban Poor Consortium juga ikut meramaikan aksi. Mereka tiba di PN Jakpus pukul 10.00 WIB. Nenek Dela menjadi orator pertama yang tampil menyampaikan tuntutannya. Dengan suara yang cempreng, nenek berkerudung itu menuntut pertanggungjawaban Sutiyoso dan 5 walikota di DKI Jakarta. "Rakyat menggugat, tuntut Sutiyoso, ayo ... yang kompak dong!" teriaknya. "Sutiyoso harus bertanggung jawab. Banjir di Jakarta karena Sutiyoso!" teriak nenek Dela dengan suaranya yang heboh. Tidak hanya berorasi, warga juga menyanyikan lagu-lagu dengan gitar yang dibawanya. Menurut koordinator aksi dari UPC, Jafar, mereka datang ke PN Jakpus untuk mendukung sidang class action yang mengagendakan pembacaan gugatan. Sidang kali ini merupakan sidang keenam. Namun karena pada sidang pertama hingga kelima tergugat tidak datang, maka agenda sidang dengan pembacaan gugatan baru dibacakan hari ini. Dalam class action itu, warga menuntut ganti rugi kepada Pemprov. Tidak hanya itu, gubernur dan 5 walikota juga diharuskan minta maaf di media massa karena banjir yang setiap tahun melanda Jakarta akibat kelalaian mereka.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(umi/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%