detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 02:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 18/06/2007 10:33 WIB

Nenek Dela Tuntut Tanggung Jawab Bang Yos

Nograhany Widhi K - detikNews
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dituntut bertanggung jawab oleh seorang nenek berusia 65 tahun. Nenek Dela meminta Bang Yos memikirkan nasibnya. Korban banjir yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota itu menyampaikan tuntutannya dalam aksi demo yang diikuti sekitar 100 warga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Senin (18/6/2007). Tidak hanya Jaringan Rakyat Miskin Kota, massa dari Urban Poor Consortium juga ikut meramaikan aksi. Mereka tiba di PN Jakpus pukul 10.00 WIB. Nenek Dela menjadi orator pertama yang tampil menyampaikan tuntutannya. Dengan suara yang cempreng, nenek berkerudung itu menuntut pertanggungjawaban Sutiyoso dan 5 walikota di DKI Jakarta. "Rakyat menggugat, tuntut Sutiyoso, ayo ... yang kompak dong!" teriaknya. "Sutiyoso harus bertanggung jawab. Banjir di Jakarta karena Sutiyoso!" teriak nenek Dela dengan suaranya yang heboh. Tidak hanya berorasi, warga juga menyanyikan lagu-lagu dengan gitar yang dibawanya. Menurut koordinator aksi dari UPC, Jafar, mereka datang ke PN Jakpus untuk mendukung sidang class action yang mengagendakan pembacaan gugatan. Sidang kali ini merupakan sidang keenam. Namun karena pada sidang pertama hingga kelima tergugat tidak datang, maka agenda sidang dengan pembacaan gugatan baru dibacakan hari ini. Dalam class action itu, warga menuntut ganti rugi kepada Pemprov. Tidak hanya itu, gubernur dan 5 walikota juga diharuskan minta maaf di media massa karena banjir yang setiap tahun melanda Jakarta akibat kelalaian mereka.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(umi/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%