detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 22:30 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 22/04/2007 07:31 WIB

Bengawan Solo Meluap, Kecamatan Bojonegoro Mulai Tenggelam

Budi Sugiharto - detikNews
Bojonegoro - Banjir akibat meluapnya Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro kian meninggi. Hingga Minggu (22/4/2007), ratusan rumah di kecamatan kota sudah terendam. Pantauan detikcom pukul 06.40 Wib di papan duga Bengawan Solo utara Pasar Kota, ketinggian air nyaris menyentuh angka 15 meter. Meski angka itu sudah membahayakan namun aktivitas penyeberangan dari kota ke Desa Banjarsari Kec Trucuk masih normal Warga tetap nekad memanfaatkan transportasi jasa penyeberangan perahu kayu. Mereka seolah tidak khawatir dengan arus Bengawan Solo yang cukup besar. "Ya gimana lagi. Hanya ini jalan yang paling cepat. Kalau naik kendaraan umum lebih jauh dan ongkosnya mahal," kata Nastini (40), warga Banjarsari yang setiap hari harus belanja ke pasar untuk dijual kembali di kampungnya itu. Ratusan Mengungsi Sementara pantauan di Desa Ledok Wetan dan Ledok Kulon, luapan Bangawan Solo sudah merendam ratusan rumah dengan ketinggian air 30 cm hingga 1,5 meter. Sebagian besar warga dua desa di Kecamatan Kota Bojonegoro ini sudah mengungsi ke tanggul. Mereka membawa serta sebagian harta yang berharga. Namun tidak sedikit yang masih bertahan di rumahnya masing-masing. Selain menganggap banjir sebagai hal yang biasa, warga juga khawatir barang-barangnya hilang. "Tadi dinihari air terus meninggi dan cukup cepat sekali. Sekarang tingginya 1 meteran. Dan keliatannya akan naik terus," kata Solikin warga RT 2 RW 1 Ledok Wetan. Di Desa Banjarejo RT VII RW I Kecamatan Bojonegoro, seratusan orang juga mengungsi. Mereka memilih tinggal sementara di di Mushola Al Khodir yang berada di balik tanggul. Ketinggian air di desa tersebut sekitar 20 cm - 1 meter. "Banjir datang dinihari..tiba-iba air masuk rumah dengan cepatnya," kata Nurhadi, kakek bercucu 2 yang mengungsi bersama 6 anggota keluarganya ini.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(gik/ary)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
82%
Kontra
18%