detikcom
Minggu, 22/04/2007 07:31 WIB

Bengawan Solo Meluap, Kecamatan Bojonegoro Mulai Tenggelam

Budi Sugiharto - detikNews
Bojonegoro - Banjir akibat meluapnya Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro kian meninggi. Hingga Minggu (22/4/2007), ratusan rumah di kecamatan kota sudah terendam. Pantauan detikcom pukul 06.40 Wib di papan duga Bengawan Solo utara Pasar Kota, ketinggian air nyaris menyentuh angka 15 meter. Meski angka itu sudah membahayakan namun aktivitas penyeberangan dari kota ke Desa Banjarsari Kec Trucuk masih normal Warga tetap nekad memanfaatkan transportasi jasa penyeberangan perahu kayu. Mereka seolah tidak khawatir dengan arus Bengawan Solo yang cukup besar. "Ya gimana lagi. Hanya ini jalan yang paling cepat. Kalau naik kendaraan umum lebih jauh dan ongkosnya mahal," kata Nastini (40), warga Banjarsari yang setiap hari harus belanja ke pasar untuk dijual kembali di kampungnya itu. Ratusan Mengungsi Sementara pantauan di Desa Ledok Wetan dan Ledok Kulon, luapan Bangawan Solo sudah merendam ratusan rumah dengan ketinggian air 30 cm hingga 1,5 meter. Sebagian besar warga dua desa di Kecamatan Kota Bojonegoro ini sudah mengungsi ke tanggul. Mereka membawa serta sebagian harta yang berharga. Namun tidak sedikit yang masih bertahan di rumahnya masing-masing. Selain menganggap banjir sebagai hal yang biasa, warga juga khawatir barang-barangnya hilang. "Tadi dinihari air terus meninggi dan cukup cepat sekali. Sekarang tingginya 1 meteran. Dan keliatannya akan naik terus," kata Solikin warga RT 2 RW 1 Ledok Wetan. Di Desa Banjarejo RT VII RW I Kecamatan Bojonegoro, seratusan orang juga mengungsi. Mereka memilih tinggal sementara di di Mushola Al Khodir yang berada di balik tanggul. Ketinggian air di desa tersebut sekitar 20 cm - 1 meter. "Banjir datang dinihari..tiba-iba air masuk rumah dengan cepatnya," kata Nurhadi, kakek bercucu 2 yang mengungsi bersama 6 anggota keluarganya ini.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(gik/ary)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%