Detik.com News
Detik.com

Rabu, 11/04/2007 10:25 WIB

KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi di Kabupaten Simalungun

Djoko Tjiptono - detikNews
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengusut temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK) mengenai dugaan korupsi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. "Karena ini bukan temuan angka semata. Ini menyangkut pengelolaan uang yang tidak tepat. Dan itu merupakan sebuah pelanggaran anggaran. Jadi bisa dikategorikan korupsi," kata anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun kepada detikcom, Rabu (11/4/2007). Beberapa waktu lalu BPK menyampaikan hasil audit keuangan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Simalungun. Di kabupaten ini diduga terjadi penyimpangan anggaran sebesar Rp 3,6 miliar dalam proyek pengadaan mobil dinas. Tekait hal ini, Gayus juga mengatakan sebaiknya kewenangan BPK diperluas. BPK harus bisa menyelidiki langsung setiap indikasi korupsi yang ditemukan. "BPK kan punya Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang mampu menangani kasus-kasus penyimpangan anggaran oleh pejabat pemerintahan. Jadi temuan hasil audit investigasi yang dilakukan BPK bisa langsung ditindaklanjuti. Tidak tunggu-tunggu lagi," ujar Gayus. KPK Daerah Gayus juga mengomentari soal pemberantasan korupsi oleh KPK di daerah. Menurutnya, meski relatif berjalan baik, belum semua kasus korupsi di daerah ditangani oleh KPK. Karena itu Gayus mengusulkan agar pemerintah membentuk KPK Daerah. "Saya setuju bila ada KPK Daerah. Hanya saja aturannya harus jelas supaya tidak terjadi tumpang tindih," ungkap Gayus.
(djo/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Advetorial Index »
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%