Senin, 26/03/2007 19:01 WIB

Dephub Akan Periksa Kapal Ro-Ro Penumpang

Nograhany Widhi K - detikNews
Jakarta - Dirjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan akan meningkatkan pengawasan terhadap kapal Roll On/Roll Off (Ro-Ro) penumpang yang berusia di atas 25 tahun mulai besok. Pemeriksaan terhadap perusahaan pelayaran juga akan dilakukan setiap triwulan mulai tahun 2007. "Besok akan mulai kita periksa kapal-kapal Ro-Ro penumpang yang berusia di atas 25 tahun. Prioritasnya pada kapal-kapal yang tua," kata Ditjen Hubungan Laut Harijogi dalam jumpa pers di Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (26/3/2007). Pemeriksaan kapal Roro penumpang akan dimulai pada 2 titik penyeberangan yakni Merak-Bakauheni dan Padang Bai-Lembar. "Di Merak-Bakauheni dari 25 kapal Ro-Ro penumpang yang berusia di atas 25 tahun ada 11 kapal atau 44 persen dan di Padang Bai-Lembar dari 17 kapal yang lebih dari 25 tahun ada 3 kapal," paparnya. Inpeksi yang akan dilakukan akan melibat Marine Inspector dari Dirjen Perhubungan Laut, Biro Klasifikasi Kapal dan Surveyor dari Perusahaan Pelayaran. "Waktunya 1 hari untuk pemeriksaan teknis untuk 1 kapal tergantung besar kecilnya kapal. Diharapkan pengambilan keputusan dalam dua hari sudah dikeluarkan, tapi tidak akan meninggalkan aspek ketelitian," kata Harijogi. Pengawasan kapal yang berumur 25 tahun itu akan dilihat secar fisik mencakup konstruksi kapal, perlengkapan alat navigasi, permesinan kapal, lambung kapal dan alat-alat keselamatan. Jika dalam pengawasan itu ditemukan kapal tidak laik laut maka kapal harus berhenti beroperasi dan harus mengalami doking sampai laik laut kembali. Data Dirjen Perhubungan Laut selama tahun 2007 ini, sudah diverifikasi sekitar 200 perusahaan pelayaran dari 1.730 yang terdiri dari 1.400 pemegang surat izin usaha perusahaan angkutan laut nasional (SIUPAL) dan 330 pemegang surat izin perusahaan angkutan laut khusus (SIOPSUS). Dari 200 perusahaan itu yang akan dicabut SIUPAL dan SIOPSUS, 50 lainnya sedang dalam peringatan. Perusahaan-perusahaan itu diberi surat peringatan I hingga III yang masing-masing berlaku selama 1 bulan. Sebanyak 97 perusahaan sudah memenuhi syarat dan 45 perusahaan lainnya dalam proses verifikasi oleh tim termasuk operator Levina, Tristar dan Senopati. Harijogi juga mengatakan, pihaknya tidak berpikir untuk melakukan rating perusahaan pelayaran seperti yang dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Udara terhadap maskapai-maskapai di Indonesia. "Itu terlalu sulit karena jumlah perusahaan pelayaran ribuan. Kalau maskapai penerbangan kan puluhan," terang Harijogi.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mar/ana)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%