detikcom
Minggu, 03/12/2006 13:19 WIB

Maria Eva Akui Mesum dengan Yahya, Tapi Bukan Penyebar Video

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Maria Eva, penyanyi dangdut, telah mengakui dirinyalah perempuan yang beradegan mesum dengan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Yahya Zaini. Video mesum ini beredar luas di masyarakat, bahkan kini mendunia. Namun, Maria menegaskan dirinya bukan sebagai penyebar video 'hot' itu. Kepastian ini disampaikan kuasa hukum Maria Eva, Ruhut Sitompul saat dihubungi detikcom, Minggu (3/12/2006). Ruhut telah diminta Maria Eva untuk menjadi kuasa hukumnya dalam kasus skandal seks yang menghebohkan DPR ini. "Ya memang, itu memang gambar dia," kata Ruhut saat ditanya apakah Maria mengakui bahwa dirinya yang beradegan mesum dengan Yahya Zaini. Menurut Ruhut, Maria memang telah memberikan pengakuan tersebut. Bahkan, Maria mengaku telah mengenal Yahya Zaini sejak beberapa tahun lalu. Ruhut menjelaskan, sejak kasus video mesum ini beredar, Maria Eva tertekan. Bahkan, oknum Partai Golkar telah meminta Maria Eva untuk segera kabur ke Singapura. "Tiket untuk dia sudah disediakan untuk klien saya," ujar Ruhut. Namun, Maria Eva menolaknya dan kini masih berada di Jakarta. Maria Eva saat dihubungi detikcom tidak mau berkomentar banyak. "Semua keterangan tentang saya, saya serahkan kepada Bang Ruhut," jelas Maria. Sementara Yahya Zaini hingga sekarang belum berhasil ditemui atau dihubungi. Wartawan yang kembali bertandang ke rumahnya di kawasan Perumahan DPR Kalibata, Jakarta Selatan, menemukan rumah Yahya dalam kondisi kosong. Dikabarkan, Yahya saat ini telah pulang ke Jakarta, setelah melakukan lawatan ke Australia.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(asy/ana)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%