Detik.com News
Detik.com
Selasa, 07/11/2006 07:27 WIB

Bubur Ayam Lapindo Rp 6.000

Budi Sugiharto - detikNews
Bubur Ayam Lapindo Rp 6.000
Surabaya - Nama Lapindo Brantas Inc mendadak terkenal setelah lumpur panas menyembur di sekitar lokasi pengeboran gas di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Saking ngetopnya, brand 'Lapindo' ini tidak jarang dimanfaatkan oleh sejumlah orang untuk meraup keuntungan bisnisnya. Seorang pengusaha Pujasera di Surabaya, merupakan salah seorang yang kepincut dengan brand Lapindo ini. Ini terlihat di King Pujasera, depot makanan yang berada di Jl. Ngagel Madya, Surabaya Timur. Salah satu menu makanan yang disajikan kepada pelanggannya adalah bubur ayam dengan nama 'Bubur Lapindo'. Bubur Lapindo yang dijual per mangkuknya Rp 6.000 itu sebenarnya tidak terlalu istimewa dibanding bubur ayam lainnya di sekitar kawasan ini. Hanya saja, sang penggagasnya menambah menu itu dengan udang, emping mlinjo, dan telur. "Sudah dua bulanan menu ini tersedia. Lumayan banyak yang tertarik untuk membeli," kata seorang gadis keturunan yang sehari-hari bertugas sebagai kasir kepada detikcom, Selasa (7/11/2006). Barangkali, selain rasanya yang enak, nama Lapindo menjadi daya tarik sendiri bagi orang untuk membelinya. Lalu siapa yang mempunyai gagasan awal menciptakan nama Bubur Lapindo? "Ya bos saya. Tapi beliau sekarang kebetulan tidak ada," kata dia. Yang jelas, pengusaha warung ini cukup serius untuk mengenalkan menu unggulan depot yang berada di pojok jalan Ngagel Madya ini. Sang pengusaha memasang banner dari kain yang cukup mencolok di depan warung, dengan tulisan yang cukup besar 'Bubur Lapindo Rp 6.000'. Dengan adanya banner ini, warga yang melintas di jalan ini pasti akan tersenyum saat melihatnya. Setelah melihat, banyak juga orang yang berhenti dan mencoba bubur Lapindo ini. Kesan pertama begitu menggoda, kesan selanjutnya terserah Anda! Begitulah pengalaman orang-orang yang pertama kali 'mencicip' bubur Lapindo ini. Selain, dipakai menjadi sebuah nama menu bubur, nama Lapindo juga dimanfaatkan menjadi daya tarik sebuah mobil angkutan umum jurusan Surabaya-Malang. Di badan mobil Bison tertulis 'Lumpur Lapindo' dengan tulisan yang cukup `besar dari cat.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gik/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%