detikcom
Kamis, 05/10/2006 13:19 WIB

Kivlan Zein 'Dikeroyok' Dua Jenderal Senior

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Mayjen Pur Kivlan Zein mengungkapkan ada rencana kudeta terhadap Presiden Soeharto oleh Jenderal Pur LB Moerdani dan Jenderal Pur Wiranto. Karuan saja pernyataan Kivlan dibantah oleh dua tokoh senior TNI. Bantahan pertama disampaikan oleh Jenderal Pur Wiranto ketika dikonfirmasi atas pernyataan Kivlan bahwa dirinya main mata dengan Wapres Habibie untuk menggulingkan Soeharto. "Itu tuduhan sangat serius (saya akan melakukan) makar. Sangat tendensius dan sangat sensitif," ujar Wiranto usai mengikuti peringatan HUT ke-61 TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (5/10/2006). Kesaksian Kivlan Zein itu dinilai Wiranto sangat naif, sebab seluruh jajaran TNI tahu semua kebijakan tataran negara maupun internal TNI yang dibuatnya semasa menjabat sebagai Pangab didasarkan pada konstitusi. Reaksi keras juga disampaikan oleh Jenderal Pur Try Sutrisno. Dia tegas membantah pernyataan Kivlan bahwa Jenderal Pur LB Moerdani saat menjabat sebagai Menpangab merencanakan kudeta terhadap Presiden Soeharto. "Nggak benar itu. TNI nggak pernah ada niatan kudeta. Itu bukan tradisi politik," tegas Try Sutrisno. Menurut mantan Wapres ini, Benny Moerdani adalah perwira brilian yang sarat pengalaman lapangan. Tidak mungkin orang sekaliber itu berencana melakukan tindakan makar terhadap pemerintahan yang sah. "Tanyakan ke Pak Kivlan. Kalau yang saya saksikan nggak ada itu rencana kudeta," jelas Try saat ditanyakan mengenai motivasi Kivlan mengungkapkan rencana kudeta itu.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(san/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%