detikcom

Jelang 17-an Penjual Pohon Pinang Masih Tunggu Pelanggan

Rima Anggita Sukmadewi - detikNews
Selasa, 08/08/2006 06:14 WIB
Jakarta Tak lengkap bila merayakan HUT Kemerdekaan 17 Agustus tanpa pohon pinang. Ya, tradisi lomba panjat pohon pinang telah mengakar di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Entah mulai kapan ritual ini mulai ada, belum ada data yang pasti. Menjelang 17 Agustus-an, bagaimana nasib para pedagang pohon pinang ini. Sudah banyakkah warga yang membeli? "Penjualan ini bisa dibilang ramai, tapi belum banyak yang beli. Pesanan biasanya banyak waktu H-7," kata Marta (40) pedagang pohon pinang saat ditemui detikcom di pinggir jalan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2006). Pria asli Betawi ini mengaku sudah 7 tahun berdagang pohon pinang. Berbeda dengan awal-awal dia berjualan, saat itu pedagang pohon pinang ramai berjejer di sepanjang jalan tempatnya kini mangkal. "Tahun kemarin masih banyak yang berjualan sepanjangan jalan ini, tapi sekarang tinggal saya sendiri. Karena kemarin banyak yang rugi," ucapnya. Marta sejak minggu lalu sudah mulai menggelar barang dagangannya. Dia mengaku setiap harinya ada 1-2 orang yang membeli pohon pinangnya. "Kalau nanti H-7 bisa sampai 10 pembeli perhari," cetusnya yakin. Untuk penjualan tahun ini ada kenaikan harga sekitar Rp 200 ribu. Jika tahun lalu harganya sekitar Rp 350 sudah termasuk diantarkan maka tahun ini sekitar Rp 550-650 ribu. Tapi Marta menjamin pohon pinang yang dijualnya tidak mengecewakan. "Panjangnya 11-12 meter. Bisa saya antarkan ke lokasi, kalau perlu kami yang menanamnya," imbuhnya. Asal pembeli pohon pinang Marta umumnya masih di sekitaran wilayah Jakarta, mulai dari Depok, Pasar Minggu hingga ke Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara. Bagaimana kalau nanti pohon pinang yang dijualnya masih bersisa. Marta menjawab enteng. "Kalau sisa dibakar saja atau dibuat bangku taman," tandasnya. Aksi panjat pohon pinang biasanya dipakai sebagai atraksi pamungkas perlombaan menyambut HUT Kemerdekaan 17 Agustus. Tak heran, sebab hadiah yang ditawarkan di puncak pohon boleh dibilang lumayan. Para peserta yang ingin memperoleh hadiah, tentu saja harus membentuk tim yang terdiri dari 5-7 orang. Sebelum dipanjat, pohon ini dilumuri terlebih dahulu dengan oli dan gemuk. Di sinilah para peserta saling bahu membahu memanjat pohon meraih hadiah. (nvt/)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel