Detik.com News
Detik.com
Senin, 31/07/2006 17:04 WIB

Astra Agro Lestari Tidak Lakukan Pembakaran Lahan

Arifin Asydhad - detikNews
Jakarta - Pimpinan PT Astra Agro Lestari membantah perusahaannya melakukan pembakaran lahan untuk memperluas perkebunan kelapa sawit di Riau. Sejak lama, Astra Argo Lestri konsisten dengan kebijakan 'zero burning'. Karena dituduh terlibat pembakaran lahan, Astra meminta bukti. "Dalam mengembangkan lahan, Astra Agro sudah mengambil kebijakan 'zero burning'. Kebijakan ini sudah dicanangkan lama sekali," kata Tjahyo Dwi Aryantono, Head of Investor and Public Relations PT Astra Agro Lestari Tbk, kepada detikcom, Senin (31/7/2006). Menurut dia, pengembangan perkebunan kelapa sawit PT Astra Argo Lestari saat ini lebih dikonsentrasikan di Kalimantan. "Kalau pengembangan di Sumatera, sama sekali kami tidak membuka lahan," ujar Tjahyo. Kebijakan 'zero burning' sudah digaungkan PT Astra sejak muncul isu lingkungan beberapa tahun lalu. "Kami concern dengan hal itu, karena kami ingin menciptakan lingkungan bersih, green company,"kata dia. Dengan kebijakan tersebut, kata Tjahyo, semua hal yang berkaitan dengan pembakaran langsung dihentikan. "Selain membuka lahan dengan 'zero burning', semua aktivitas yang membakar juga langsung berhenti. Misalnya, tentang pembakaran janjang kosong di pabrik, itu sudah kami lakukan sebelum tahun 2000," jelas dia. Tjahyo juga menegaskan perusahaannya tidak pernah memobilisasi para petani atau masyarakat untuk membakar lahan. Selama ini, PT Astra memang memiliki program 'Plasma-Inti' sebagai program untuk memberdayakan masyarakat. "Tapi, untuk bisa bergabung dengan kami, si plasma harus menyediakan lahannya sendiri. Kalau plasma belum punya lahan, ya tidak akan bisa mengikuti program ini," kata dia. "Karena itu, kalau Astra dituduh melakukan pembakaran hutan, tolong dibuktikan," sambung Tjahyo. Perkebunan sawit milik PT Astra Argo Lestari di Riau saat ini mencapai 59.600-an hektar. PT Astra terjun ke Riau dalam bisnis kelapa sawit sejak tahun 1990-an. Dugaan bahwa Astra melakukan pembakaran disampaikan Ketua Posko Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Puskarhulta) Provinsi Riau, Wan Abu Bakar. Wan yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Riau ini menuding ada dua perusahaan yang terlibat pembakaran lahan ini, yaitu Astra Group dan Torganda.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asy/)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%