detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 15:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 31/07/2006 17:04 WIB

Astra Agro Lestari Tidak Lakukan Pembakaran Lahan

Arifin Asydhad - detikNews
Jakarta - Pimpinan PT Astra Agro Lestari membantah perusahaannya melakukan pembakaran lahan untuk memperluas perkebunan kelapa sawit di Riau. Sejak lama, Astra Argo Lestri konsisten dengan kebijakan 'zero burning'. Karena dituduh terlibat pembakaran lahan, Astra meminta bukti. "Dalam mengembangkan lahan, Astra Agro sudah mengambil kebijakan 'zero burning'. Kebijakan ini sudah dicanangkan lama sekali," kata Tjahyo Dwi Aryantono, Head of Investor and Public Relations PT Astra Agro Lestari Tbk, kepada detikcom, Senin (31/7/2006). Menurut dia, pengembangan perkebunan kelapa sawit PT Astra Argo Lestari saat ini lebih dikonsentrasikan di Kalimantan. "Kalau pengembangan di Sumatera, sama sekali kami tidak membuka lahan," ujar Tjahyo. Kebijakan 'zero burning' sudah digaungkan PT Astra sejak muncul isu lingkungan beberapa tahun lalu. "Kami concern dengan hal itu, karena kami ingin menciptakan lingkungan bersih, green company,"kata dia. Dengan kebijakan tersebut, kata Tjahyo, semua hal yang berkaitan dengan pembakaran langsung dihentikan. "Selain membuka lahan dengan 'zero burning', semua aktivitas yang membakar juga langsung berhenti. Misalnya, tentang pembakaran janjang kosong di pabrik, itu sudah kami lakukan sebelum tahun 2000," jelas dia. Tjahyo juga menegaskan perusahaannya tidak pernah memobilisasi para petani atau masyarakat untuk membakar lahan. Selama ini, PT Astra memang memiliki program 'Plasma-Inti' sebagai program untuk memberdayakan masyarakat. "Tapi, untuk bisa bergabung dengan kami, si plasma harus menyediakan lahannya sendiri. Kalau plasma belum punya lahan, ya tidak akan bisa mengikuti program ini," kata dia. "Karena itu, kalau Astra dituduh melakukan pembakaran hutan, tolong dibuktikan," sambung Tjahyo. Perkebunan sawit milik PT Astra Argo Lestari di Riau saat ini mencapai 59.600-an hektar. PT Astra terjun ke Riau dalam bisnis kelapa sawit sejak tahun 1990-an. Dugaan bahwa Astra melakukan pembakaran disampaikan Ketua Posko Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Puskarhulta) Provinsi Riau, Wan Abu Bakar. Wan yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Riau ini menuding ada dua perusahaan yang terlibat pembakaran lahan ini, yaitu Astra Group dan Torganda.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(asy/)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%