Sabtu, 29/07/2006 00:36 WIB

Al-Qaeda akan Balas Israel

Maryadi - detikNews
Jakarta - Serangan Israel ke Libanon membuat berang pimpinan Al-Qaeda. Wakil pemimpin al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri menyatakan, jaringan militan itu akan membalas serangan terhadap muslim di Libanon dan Gaza. Pernyataan al-Zawahiri itu disiarkan dalam bentuk rekaman video itu disiarkan oleh stasiun televisi al-Jazeera. "Al-Qaeda tidak bisa berdiam diri melihat perang salib dan sekarang menganggap seluruh dunia ini sebagai medan tempur di depan kita," kata al-Zawahiri, Jumat (28/7/2006). Menurutnya, peristiwa yang terjadi di Libanon dan Gaza memperlihatkan pentingnya pertempuran di Afghanistan dan Irak. "Perang dengan Israel bukan soal perjanjian, persetujuan gencatan senjata... Yang sebenarnya adalah jihad demi Allah sampai agama Allah berdiri. Ini merupakan jihad untuk pembebasan Palestina, seluruh Palestina, serta semua negeri yang pernah menjadi tanah Islam, dari Andalusia sampai ke Irak," kata Zawahiri. "Karena mereka menyerang kita di mana-mana, maka kita akan menyerang mereka di mana pun juga. Karena mereka bersatu memerangi kita, bangsa kita pun akan bersatu memerangi mereka," ujarnya. "Peluru dan roket yang mencabik-cabik tubuh warga Muslim di Gaza dan Libanon bukan semata-mata Israel saja. Peluru dan roket itu dibuat dan dibiayai oleh semua negara persekutuan Perang Salib," ujarnnya. "Karena itu, semua mereka yang ikut dalam kejahatan itu harus merasakan akibatnya. Kita tidak bisa hanya melihat roket-roket itu menghujani saudara-saudara kita di Gaza dan Libanon dan bersikap pasrah,". Pernyataan ini diduga merupakan yang pertama oleh al-Qaeda mengenai gempuran Israel di Libanon.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mar/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%