detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 15:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 29/06/2006 12:43 WIB

Barack Obama (2)

SD di Jakarta, Jadi Capres AS 2008

Arifin Asydhad - detikNews
Jakarta - Barack Obama dielu-elukan pendukungnya untuk menjadi calon presiden 2008. Tapi, dia pernah memberi isyarat tidak akan maju sebagai calon presiden. Namun, pendukungnya tetap mengampanyekannya. Bila tetap maju, maka pria 45 tahun yang pernah belajar di sebuah SD di Jakarta ini akan bersaing ketat dengan Hillary Rodham Clinton. Para pendukung Barack melakukan apa saja untuk mendorong pakar hukum itu untuk menjadi calon presiden 2008 dari Partai Demokrat. Salah satunya, para pendukung Barack membuat petisi online untuk mengumpulkan dukungan di situs web, http://www.petitionspot.com/petitions/Obama. Tidak hanya itu. Para pendukung Barack juga membuat suvenir-suvenir sebagai dukungan bagi Barack. Suvenir-suvenir itu dijual di beberapa tempat maupun secara online. Ada kaos, topi, pin, stiker, dan lain-lain. Pemilihan Presiden AS ke-44 akan berlangsung pada 4 November 2008. Partai Demokrat, yang merupakan saingan berat Partai Republik, akan mencalonkan kandidat presiden 2008. Seperti biasa, Demokrat akan menggelar konvensi untuk mencari calon presiden yang diajukan. Selama ini, Hillary Clinton, istri mantan Presiden AS Bill Clinton, disebut-sebut sebagai calon kuat. Namun, nama Barack Obama juga sudah mulai bergaung. Keduanya saat ini sama-sama sebagai senator AS dan memiliki dukungan yang cukup banyak. Tapi, siapa yang akan memenangkan pertarungan? Kita tunggu saja. Bila Barack terpilih sebagai Presiden AS, maka ini merupakan presiden pertama AS yang pernah mengenyam pendidikan sekolah di Indonesia. Tentu juga akan menjadi kenangan tersendiri bagi teman-teman Barack semasa sekolah di sebuah SD di Jakarta pada tahun 1960-an. Lantas bagaimana hubungan AS dengan Indonesia, bila AS dipimpin Barack? Aha...jangan berandai-andai dulu. Terlepas dari riuhnya pencalonan presiden AS, Barack Obama sendiri memang dikenal sebagai orang yang brilian. Barack naik daun setelah memenangkan pemilihan senat AS mewakli Illinois. Barack telah menjadi sosok populer menjelang Pemilu AS pada 2004 dan menjadi salah satu bintang dalam Konvensi Nasional Demokrat 2004. Menjadi seorang politisi, yang menarik, sebagai orang Amerika keturunan Afrika, Barack mampu menggali dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, dari kota sampai desa termasuk wilayah yang didominasi kulit putih pada 2004 lalu. Inilah kekuatan Barack yang patut diperhitungkan untuk maju sebagai calon presiden AS 2008 nanti. Salah satu pernyataannya yang paling menarik adalah saat dia berani menyerang Bush terkait pendudukan AS di Irak. Dia tidak setuju dengan kebijakan Bush. Dia mempertanyakan, dengan pendudukan di Irak, akan berapa banyak serdadu AS yang tewas setiap hari? Selama menjadi senator AS sejak 2004, Barack Obama juga telah sering muncul di media massa. Berbagai hal telah dilakukannya, sehingga membuat namanya harum. Saat flu burung merebak di Asia, termasuk Indonesia, dialah senator AS yang pertama menyuarakan perlunya AS juga memperhatikan flu burung. Di bidang pendidikan, Barack Obama juga dikenal sebagai orang pandai. Tahun 1990, dia menjadi orang kulit hitam pertama yang memimpin jurnal ilmiah Harvard Law Review. Ia menampik karir hukum yang menjanjikan dan kemungkinan pindah ke Washington untuk bekerja sebagai pejabat negara. Obama memilih bekerja sebagai pengacara hak sipil dan mengajar hukum tata negara di Universitas Chicago. Setelah itu, dia terpilih menjadi senator dari negara bagian Illinois pada 1996. Di tengah kebrilianannya, Barack Obama juga pernah mengalami masa-masa suram. Dia terang-terangan mengaku saat remaja sebagai peminum berat, konsumen kokain dan mariyuana. Namun, dia membuktikan bisa bangkit dari masa lalunya yang kelabu. Di tengah namanya yang kian kinclong, jalan yang dilalui Barack Obama tidak semulus jalan tol. Salah satunya, dia pernah dipersoalkan tentang masa lalunya di Indonesia, karena dia pernah belajar di madrasah (sekolah Islam) di Jakarta. Seperti pernah ditulis di Chicago Sun-Times, dia dituding sebagai penganut beberapa agama, termasuk agama Islam. Namun, Barack membantah. Meski dulu pernah beragama Islam, namun saat ini Barack adalah penganut Kristen yang taat. Barack bersama istri dan kedua anak perempuannya juga menjadi anggota perkumpulan Gereja Kristen di Chicago.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(asy/)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%