detikcom

Rabu, 10/05/2006 17:17 WIB

Musyawarah Alot, Hakim Belum Putuskan Hadirkan Bagir

Fitraya Ramadhanny - detikNews
Jakarta - Musyawarah hakim Tipikor untuk mengambil keputusan mengenai kehadiran saksi Ketua MA Bagir Manan dalam sidang Harini Wijoso mengalami jalan buntu. Musyawarah yang digelar majelis hakim ini berjalan alot sejak pukul 12.50 WIB hingga pukul 15.30 WIB di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (10/5/2006). "Kami telah berupaya musyawarah, tetapi ketua majelis hakim belum bisa mengambil sikap. Kita terpaksa menunda sidang," kata ketua majelis hakim Kresna Menon. Tidak puas dengan keputusan hakim, jaksa penuntut umum (JPU) Khaidir langsung menimpali. "Sekali lagi mohon ketegasan majelis. Jadi tidak hanya menunda tanpa kepastian. Kami mencermati sidang hari ini betapa alotnya musyawarah yang dilakukan majelis," kata Khaidir. Mendengar hal tersebut, Kresna berjanji sikap majelis hakim akan diputuskan pada sidang Rabu 12 Mei. "Sekarang kami tidak bisa mengambil sikap. Tetapi, dalam persidangan minggu depan ketua majelis akan mengambil sikap," ujar Kresna. Sementara itu, terdakwa Harini dan kuasa hukumnya tidak memberikan komentar atau keberatan apapun atas sikap hakim. Sidang dilanjutkan pada Rabu 17 Mei pukul 09.00 WIB. Setelah tertunda tiga jam lebih, persidangan terdakwa kasus suap Mahkamah Agung (MA), Harini Wijoso, akhirnya digelar pukul 12.40 WIB. Namun hanya dua hakim yang masuk ke persidangan, yaitu ketua majelis hakim Kresna Menon dan anggotanya, Sutiyono. Tepat pukul 12.50 WIB hakim menskors sidang tersebut untuk melakukan musyawarah atas permintaan JPU agar Bagir Manan dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dengan terdakwa Harini.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(aan/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
73%
Kontra
27%