detikcom
Kamis, 23/02/2006 00:06 WIB

Kualitas Ganja Indonesia Terbaik di Dunia

Nurvita Indarini - detikNews
Jakarta - Kualitas ganja yang terdapat di Indonesia termasuk yang terbaik di dunia. Oleh karena itu banyak ganja yang lantas diekspor ke negara lain seperti Jepang, Cina dan Korea. Wow! "Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh UI dan Mabes Polri, sebanyak 17 persen ganja yang berada di Indonesia dikirim dan dijadikan komoditi ekspor ke luar negeri," ujar Kapolri Jenderal Pol Sutanto, dalam sambutannya di acara Rakor Badan Narkotika Nasional di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (22/2/2006). Di samping itu ditemukan pula sebanyak 1,5 persen pelaku penyalahgunaan narkoba. Angka itu sama artinya dengan 3,2 juta jiwa yang telah melakukan konsumi narkoba. Berbeda dengan negara Islam lainnya seperti Iran yang jumlah pemakai narkotikanya hanya 4-5 persen. "Dari 3,2 juta jiwa pecandu narkoba tersebut, sebanyak 56 persen diantaranya memakai jarum suntik jenis heroin dan morfin, itu artinya sama dengan 572 ribu pemakai," imbuhnya. Padahal pemakaian jarum suntik bisa mengakibatkan penularan penyakit hepatitis A,B dan C serta HIV/AIDS. "Pada saat ini tidak ada daerah yang benar-benar terbebas dari narkoba," keluh Sutanto. Menurutnya, dari tahun ke tahun angka pemakai narkotika semakin meningkat. Terbukti pada tahun 2001 ditemukan 3.600 kasus. Sedangkan tahun 2005 terjadi 15 ribu kasus. Pemakai narkotika diperkirakan meningkat hingga 20 ribu tiap tahunnya. Sementara jumlah tersangka yang terlibat perdagangan narkotika dan pemakai narkotika juga meningkat "Jumlah pemakai meningkat menjadi 20 persen. Kondisi ini beda dengan yang dulu. Dulu pemakai narkotika hanya di kalangan menengah ke atas dan banyak di perkotaan," tukasnya. Kapolri mengakui peredaran narkoba sungguh sangat luar biasa. Di mana banyak anak di bawah umur juga sudah mengenal zat ini. Oleh karena itu kepolisian akan terus melakukan pemberantasan penggunaan narkotika secara ilegal. Sekarang ini narkoba bukan saja aib keluarga tetapi sudah menjadi aib atau bencana nasional. "Narkoba harus diberantas. Jadi kalau para pelaku narkotika hanya dihukum 3 tahun dari tuntutan hukuman mati itu adalah suatu hal yang sangat ironis," imbuhnya.
(ddn/ddn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%