Kamis, 16/02/2006 15:03 WIB

Saddam Pernah Ingatkan AS Soal Serangan Terorisme

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jakarta - Jauh sebelum peristiwa hitam 11 September 2001, Saddam Hussein pernah mengingatkan pemerintah Amerika Serikat kalau negara adidaya itu bisa mengalami serangan teroris. Hal tersebut disampaikan Saddam di depan anggota kabinetnya pada pertengahan tahun 1990-an. Demikian diberitakan ABC News berdasarkan rekaman pembicaraan Saddam yang diperoleh jaringan televisi AS itu, seperti dilansir kantor berita Associated Press, Kamis (16/2/2006). "Terorisme akan datang. Saya sudah katakan pada Amerika," ujar Saddam dalam rekaman itu. Mantan diktator Irak itu menambahkan, dirinya juga telah memberitahu Inggris soal ini. Dikatakan Saddam, serangan itu bisa melibatkan senjata pemusnah massal. Namun ditegaskannya, Irak tidak akan pernah melancarkan serangan seperti itu. "Cerita ini memang ada, tapi bukan dari Irak," ujar Saddam. Dalam rekaman tersebut, Tariq Aziz yang waktu itu menjabat Deputi Perdana Menteri Irak, juga mengatakan kepada Saddam bahwa serangan biologi sangat mudah dilakukan. "Dan ini tidak dilakukan oleh negara. Tidak perlu menuduh satu negara. Individu bisa melakukannya," kata Aziz. Departemen Luar Negeri (Deplu) AS tidak mau berkomentar atas berita ini. Namun menurut ABC News, pejabat-pejabat AS telah mengkonfirmasi bahwa rekaman tersebut otentik. Menurut media AS tersebut, Badan Intelijen Pusat alias CIA menemukan rekaman tersebut di Irak. Rekaman ini diperoleh ABC News dari Bill Tierney, eks anggota tim inspeksi senjata PBB yang menerjemahkan rekaman itu untuk Biro Investigasi Federal (FBI). Menurut Tierney, pemerintah AS salah karena telah merahasiakan rekaman tersebut.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%