Selasa, 01/11/2005 13:58 WIB

Naik 15,07%

UMP DKI Tahun 2006 Rp 819 Ribu

Niken Widya Yunita - detikNews
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2006 sebesar Rp 819.100, atau hanya naik 15,07 persen dari UMP tahun 2005, yaitu Rp 711.843. Keputusan ini akan berlaku mulai 1 Januari 2006 mendatang. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemprov DKI Jakarta Ali Zubair usai rapat penentuan UMP yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2005). "Ini merupakan kesepakatan bulat antara pengusaha, pemerintah, dan pekerja, dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup semua pihak," kata Zubair. Menurutnya, keputusan ini belum memuaskan semua pihak, namun semua pengusaha harus mematuhi keputusan Pemprov DKI Jakarta tersebut. Dalam rapat tersebut Zubair mengatakan, gubernur mengharapkan kepada pengusaha agar membayar upah di atas UMP. Bagi pengusaha yang tidak mampu membayar UMP yang ditetapkan Pemprov DKI, maka diharapkan mengajukan penangguhan kepada Dinas Tenaga Kerja, waktunya 10 hari sebelum tanggal 1 Januari 2006. Berdasarkan data, saat ini jumlah buruh yang bekerja di 25 ribu perusahaan di DKI Jakarta mencapai 3,5 juta buruh. Dalam kesempatan itu, Zubair meminta UMP yang telah ditetapkan dibayarkan kepada pekerja yang masa kerjanya di bawah 1 tahun. "Sedangkan kalau di atas 1 tahun jangan pakai UMP," katanya. Di tempat yang sama, Wakil Sekretaris Dewan Pengupahan Daerah yang juga Ketua Asosiasi Sekretariat Pekerja Indonesia Gibson Nababan mengaku kecewa dengan UMP yang ditetapkan Pemprov DKI. Sebab, pihaknya mengusulkan UMP sebesar Rp 1,2 juta. Meski demikian, lanjut Gibson, pihaknya akan tetap berjuang untuk penetapan upah minimum sektoral provinsi (UMPS), yaitu 5 persen dari UMP.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(san/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%