detikcom

Kamis, 29/09/2005 13:31 WIB

Pembunuh Adik Hercules Divonis 3 Tahun Penjara

Melly Febrida - detikNews
Jakarta - Kasiops Satpol Pamong Praja DKI Jakarta Chrisman Siregar akhirnya divonis tiga tahun penjara. Chrisman terbukti secara sah dan meyakinkan membunuh Albert John yang juga adik Hercules. Vonis yang ditetapkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) ini lebih ringan dari tuntutan JPU yang menetapkan lima tahun. Dijelaskan ketua majelis hakim Yohanes Ether Binti dalam sidang di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Kamis (29/9/2005), Chrisman terbukti melanggar pasal 338 KUHP, yakni dengan sengaja merampas nyawa orang lain sebagaimana yang tercantum dalam dakwaan pertamanya. "Berdasarkan pertimbangan, majelis hakim berpendapat, tuntutan JPU yang meminta pidana selama lima tahun dikurangi masa tahanan dipandang terlalu berat dan cukup adil dijatuhkan pidana sebagaimana amar putusan ini," ungkap Yohanes. Meski begitu, majelis hakim tetap mempertimbangkan alasan terdakwa saat menarik pelatuk pistol dan mengarahkan kepada korban yang disebutnya sebagai upaya membela diri. Saat itu terdakwa mengaku menangkap gerakan dan bunyi klik yang ditafsirkan dirinya akan diserang. "Tindakan itu berlebihan. Karena tindakan bela diri atas ancaman itu tergantung dari sifat ancamannya," ungkap Yohanes. Hal-hal yang memberatkan dalam pengambilan keputusan ini, lanjut Yohanes, antara lain perbuatan terdakwa yang telah menimbulkan korban jiwa dan menyebabkan penderitaan bagi istri dan keluarga korban. Sebab John Albert adalah tulang punggung keluarga. Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, bersikap sopan dan santun, serta telah menyatakan penyesalan kepada keluarga korban. Dalam persidangan, terdakwa Chrisman menerima seluruh keputusan majelis hakim. Sedangkan kuasa hukumnya, Leonard Simorangkir, menyatakan sementara ini masih berpikir-pikir dan menyerahkan putusan seluruhnya pada Chrisman. Namun kuasa hukum tidak sependapat dengan pertimbangan dari majelis hakim. Usai sidang, Chrisman langsung memeluk keluarganya. Ia tidak mampu menyembunyikan rasa harunya. Mata Chrisman terlihat berkaca-kaca. Tidak ada satu kata pun yang ke luar dari mulut laki-laki separuh baya itu.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(umi/)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%