Rabu, 21/09/2005 16:37 WIB

Dicium Merry, Ketua PKBSI Rahmatsyah Luka dengan 6 Jahitan

Budi Sugiharto - detikNews
Surabaya - Terpilih menjadi Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI), Rahmatsyah mendapat ucapan selamat dari Merry. Hanya saja, ucapan selamat berupa ciuman pipi ini merupakan ciuman 'maut', hingga Rahmatsyah harus dibawa ke RS dan mendapat 6 jahitan. Siapa sih Merry yang sangat galak ini? Ternyata Merry adalah nama singa betina koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS). Anak singa ini menggigit Rahmatsyah yang baru 2 hari terpilih menjadi Ketua PKBSI dalam Munas X di Hotel Tunjungan Plaza, Surabaya. Peristiwa mengagetkan ini terjadi sekitar pukul 14.15 WIB, Rabu (21/9/2005). Rahmatsyah sengaja meluangkan waktu untuk mengunjungi kebun binatang untuk mengetahui sejauh mana kesiapan KBS dalam mengantisipasi flu burung. Usai melihat koleksi unggas, Direktur Kebun Binatang Pematang Siantar ini mampir ke kandang singa. "Di situ saya menggendong anak singa yang lucu. Barangkali, ciuman terlanjur gemes, pipi saya digigit," tutur Rahmatsyah saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (21/92/005). Luka yang diderita Rahmatsyah sebenarnya tidak parah. "Tapi saya khawatir infeksi, sehingga saya dibawa ke RS RKZ. Luka seperti goresan saja. Tidak dijahit juga tidak masalah, namun kata temen-temen, sayang pipinya mulus kok ada bekas lukanya," ujar dia. Setelah dijahit sebanyak 6 jahitan di RS RKZ di Jalan Diponegoro, Surabaya, Rahmatsyah diperbolehkan pulang.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(jon/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%