detikcom

Senin, 29/08/2005 19:07 WIB

Konflik Memanas, Tedjowulan Coba Terobos Kraton Surakarta

Muchus Budi R. - detikNews
Solo - Konflik di Kraton Surakarta merambat menuju puncak. Tedjowulan yang telah satu tahun menobatkan diri sebagai Paku Buwono (PB) XIII di luar kraton, berusaha menerobos masuk kompleks kraton bersama dengan ratusan pendukungnya. Namun, Tedjo tertahan karena regol (pintu utama kraton) dikunci dari dalam oleh pihak PB XIII Hangabehi. Tedjo yang tiba di Kori Kamandungan (pintu utama setelah gapura) sekitar pukul 15.30 WIB, Senin (29/8/2005), akhirnya hanya bisa duduk di depan kraton bersama para pendukungnya. Dalam rombongan Tedjo, juga tampak para kerabat dan keluarga kraton yang mendukungnya. Tedjo mengenakan baju lengan panjang dan celana seragam hijau tua dipadu jaket coklat, serta menggunakan kain ridla. Sebelumnya, di depan Kamandungan sekitar seratusan warga Baluwarti melakukan aksi menuntut bertemunya Behi dan Tedjo untuk menyelesaikan persoalan kraton. Mereka hanya dihadapi massa pendukung Behi dalam jumlah yang sama. Sedangkan para putra dan menantu PB XII hanya berdiri di bangsal Kamandungan tanpa mau menemui. Namun setelah Tedjo dan rombongan datang, tidak terlihat ada kerabat kraton maupun pendukung Behi yang menghalangi. Hanya saja, KP Satriyo Hadinagoro, ipar Behi sempat mendapat pukulan dari pendukung Tedjo ketika dia berusaha keluar dari Kamandungan. Di Kamandungan, Tedjo mendapati regol tekunci dari dalam. Ia lalu memutuskan tetap berada di tempat itu hingga Behi bersedia menemuinya. "Saya hanya ingin bertemu Mas Behi untuk membicarakan masa depan kraton tanpa campur tangan siapapun. Ini atas desakan seluruh kerabat dan masyarakat," ujarnya kepada wartawan. Menurut Tedjo, dia sudah berkali-kali berkirim surat kepada Behi, namun tidak mendapat perhatian. Karena itulah dia akan tetap bertahan di tempat itu hingga bisa bertemu dengan kakaknya lain ibu tersebut. "Terserah Mas Behi ingin bertemu di dalam kraton atau di tempat ini," tegas perwira TNI AD berpangkat kolonel tersebut. Namun Tedjo menolak disebut berusaha menggagalkan rencana peringatan setahun Behi naik tahta yang akan dilakukan Selasa (30/8/2005) pagi besok. Dia menegaskan hanya ingin bertemu dengan kakaknya tersebut. Dia juga melarang pendukungnya menggunakan cara-cara kekerasan untuk memaksa diri masuk. Buka Paksa Regol Di tempat yang sama, GPH Suryo Wicaksono, putra PB XII yang sekubu dengan Tedjo, menegaskan akan membuka paksa pintu kraton jika pihak Behi tetap menutup ruang dialog. "Pasti akan kita bongkar. Kita akan masuk paksa. Tunggu saja nanti," kata Wicaksono dengan nada serius. Sementara itu, ratusan polisi yang melakukan penjagaan memilih berada di luar arena konflik. Mereka hanya terlihat mengamati dari kejauhan. Sedangkan Tedjowulan tampak duduk di atas kursi persis di tengah pintu dihadap ratusan pendukungnya. Hingga pukul 18.00 WIB, pendukung Tedjo semakin banyak yang berdatangan. Sedangkan para pendukung Behi terkonsentrasi di depan kantor Badan Pengelola Kraton. Salah seorang adik kandung Behi, KGPH Kusumoyudo, menilai cara-cara yang dipakai oleh Tedjo sebagai cara-cara yang jauh dari tata etika kraton. "Dia (Tedjo) itu adik saya. Harusnya kalau cuma ingin bertemu Mas behi tidak perlu menggunakan cara-cara seperti itu. Cukup datang saja sendiri atau ngomong lewat saya. Tindakannya ini mengganggu acara ritual kraton. Namun saya tegaskan acara peringatan besok tetap akan berlangsung. Kami akan berkoordinasi dengan aparat," ujarnya. Ketika dimintai konfirmasi atas pernyataan itu, Wicaksono menjawab ketus. "Selama ini kapan mereka mau diajak bicara. Mereka dikendalikan orang putra, terutama para menantu yang tidak memiliki kewenangan apapun bicara tentang kraton. Pokoknya kalau sampai pertemuan Gusti Tedjo dan Gusti Behi gagal maka peringatan naik tahta itu juga gagal," kata Wicaksono.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fab/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%