detikcom
Jumat, 19/08/2005 09:03 WIB

Berapa Harga Keperawanan?

Maryadi - detikNews
Jakarta - Bagi sebagian perempuan, keperawanan adalah tak ternilai harganya dan harus tetap dijaga hingga ke jenjang pernikahan. Namun tidak bagi Nadya (bukan nama sebenarnya). Keperawanan dijadikannya sebagai komoditas untuk mendapatkan sejumlah uang. Nadya, mahasiswi di sebuah kampus swasta di kawasan Jakarta Pusat ini sengaja menjual keperawanannya dengan harga Rp 7 juta. Gadis cantik yang kini menginjak usia 20 tahun ini kehilangan keperawanan di sebuah hotel di bilangan Jakarta Pusat. Bak dalam sebuah cerita di film Virgin, gadis berambut sebahu ini, sengaja menceritakan keinginannya kepada seorang temannya, untuk menjual keperawanannnya itu. Sang rekan, yang memang telah malang melintang sebagai "ayam kampus" (sebutan untuk PSK mahasiswi) pun tadinya tak mau menanggapinya. "Tadinya gue pikir dia becanda. Tapi dia tanyain terus, dan akhirnya gue cariin yang mau bayarin," kata Sarah, bukan nama sebenarnya. Akhirnya Sarah pun mendapatkan orang yang ingin membeli keperawanan dalam hitungan jam. Orang yang ingin membeli keperawanan Nadya tak lain adalah pelanggannya sendiri. Cerita Sarah, tadinya dia ingin menawarkan keperawanan Nadya dengan harga Rp 10 juta. Tawar menawar pun dilakukan Sarah pun cukup alot dengan calon pelanggannya. Sarah sengaja mempertemukan Toni, sebut saja demikian, dengan Nadya di sebuah restoran cepat saji di kawasan perbelanjaan Sarinah. Dia sengaja mempertemukan keduanya, agar sang calon "penikmat" perawan bisa melihat wajah dan bentuk tubuh Nadya. "Harus ditemuin dulu. Cowok pasti nggak mau beli kucing dalam karung. Lagian juga kalau jelek, nggak mungkin laku sampai Rp 10 juta," ujar Sarah tanpa ekspresi. Setelah negosiasi berjalan alot karena sang pelanggan hanya mau membayar Rp 5 juta, akhirnya disepakati harga keperawanan Nadya dihargai Rp 7 juta. Setelah sepakat calon "pembobol" perawan ini mentransfer uang Rp 1 juta sebagai tanda jadi ke rekening Nadya. Soalnya, Toni belum bisa menikmati keperawanan Nadya pada hari itu karena harus meeting di kantornya di bilangan Jalan Sudirman. Sarah memang sengaja meminta uang panjar kepada Toni sebagai tanda jadi. "Kalau memang dia berubah pikiran, ya bagus. Kita kan jadi untung Rp 1 juta," kata Sarah sambil tertawa. Ketika tertawa, Sarah memang terlihat lebih cantik. Jika memang Nadya menolak, maka Sarah sebagai penjaminnya akan mengembalikan uang Rp 1 juta itu. Dan harus merelakan dirinya ditiduri secara gratis oleh pelanggannya itu. "Harus fair lah, dan ini masalah kepercayaan juga," ujar Sarah. Beberapa hari setelah itu, tiba lah waktu yang telah ditetapkan. Nadya harus menyerahkan keperawanan kepada Toni. Semula Nadya sempat berubah pikiran untuk tetap mempertahankan keperawanannya itu. Namun karena kadung janji, akhirnya gadis berkulit putih dan berparas cantik ini merelakan keperawanannya hilang bersama kelamnya malam itu. Nadya mengaku tidak menyesal harus kehilangan keperawanannya itu. Dia merasa lebih baik keperawanannya hilang demi sejumlah uang, daripada diberikan gratis kepada pacarnya. Soalnya, dia merasa bukan termasuk orang yang mampu menjaga keperawanannya itu. Jika sang pacar merayunya terus-menerus, bukan tidak mungkin dia akan merelakan keperawanannya itu. "Gue nggak mau kayak Sarah. Perawannya hilang, terus hamil dan cowoknya nggak mau tanggung jawab," kata Nadya kepada detikcom dalam sebuah kesempatan. Nadya pun mengaku setelah keperawanannya hilang, dia tidak akan terjun ke dunia prostitusi mengikuti jejak rekannya. "Kebetulan aja gue memang lagi butuh duit sekarang ini," tutur Nadya tanpa mau menyebutkan untuk apa uang hasil jerih payahnya itu akan digunakan. Uang hasil kerja kerasnya itupun sebagian kecil diberikan kepada Sarah, yang mempertemukannya dengan pria yang menidurinya. Tapi uang sebesar Rp 1 juta itu ditolak Sarah. "Gila aja gue mau nerima duit itu. Lagian juga gue sekarang ini belum butuh-butuh banget," ucap Sarah. Sarah pun tak berniat menyeret Nadya untuk ikut ke dalam dunia esek-esek yang digelutinya. Begitu juga Nadya, tak ingin menjual tubuhnya kepada pria untuk mendapatkan sejumlah uang. "Cukup sekali deh gue jual diri. Itu aja, masih agak shock sedikit," kata Nadya. Kenapa dijual?

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(mar/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%