Detik.com News
Detik.com

Kamis, 11/08/2005 13:55 WIB

Tugas dan Fungsi TNI-Polri Akan Disinkronkan dalam RUU Hankam

M. Rizal Maslan - detikNews
Jakarta - Dephan kini tengah menyiapkan RUU Pertahanan dan Keamanan Negara. RUU yang mengatur sinkronisasi tugas dan fungsi TNI-Polri itu diharapkan bisa dibahas DPR 4-5 bulan lagi. Selain RUU Pertahanan dan Keamanan Negara, Dephan juga menyiapkan tiga RUU lain, yakni RUU Komponen Cadangan, RUU Peradilan Militer, dan RUU Rahasia Negara. "RUU itu (Pertahanan dan Keamanan Negara) akan menyatukan fungsi dan tugas TNI-Polri dan badan-badan lain yang berhubungan dengan pertahanan dan keamanan," jelas Menhan Juwono Sudarsono usai serah terima jabatan tiga pejabat eselon I Dephan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (11/8/2005). RUU tersebut, lanjut Menhan, nantinya akan merapikan dan menyatukan tiga UU dalam satu kerangka yang terpadu. Ketiga UU itu adalah UU Kepolisian, UU Pertahanan Negara, dan UU TNI. "Kita tidak menyatukan kembali TNI dan Polri dari segi strukturnya, tapi pelaksanaan tugas di lapangan. Karena untuk ini harus ada koordinasi, baik untuk keamanan di dalam negeri atau pertahanan ke luar," ungkap Menhan. Selama ini, ketiga UU yang ada terkesan memisahkan dan mengotak-kotakkan tugas dan fungsi TNI-Polri. Sehingga yang satu tidak bisa masuk ke lembaga satunya lagi. Menhan menolak anggapan keluarnya RUU tersebut karena tiga UU yang ada selama ini memiliki banyak kekurangan. Menhan menegaskan sekali lagi bahwa RUU Pertahanan dan Keamanan Negara hanya merapikan beberapa pasal di tiga UU yang sudah ada. "Terutama yang bersifat simpang-siur dan tidak tegas," katanya. Selain masalah sinkronisasi, RUU tersebut juga akan mengatur tentang Bea Cukai, Imigrasi, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Lembaga Sandi Negara. Terkait penyusunan RUU Kerahasiaan Negara, Menhan mengatakan, tidak semata-mata untuk menangani masalah keamanan di dalam negeri dan teror. Tetapi lebih ke arah kerahasiaan negara yang menyangkut masalah informasi, kebijakan, dan strategi. "Jadi ada informasi tertentu yang harus dijaga kerahasiaannya agar tidak diketahui secara umum. Ini agar kebijakan dan langkah-langkah kita tidak diketahui sebelumnya oleh pihak luar, sehingga akan mengancam dan mengganggu kepentingan nasional," papar Menhan.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(umi/)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%
MustRead close