Senin, 01/08/2005 17:10 WIB

Lanud Palembang Bantah Tembaki Rumah Pengacara

Taufik Wijaya - detikNews
Palembang - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Palembang Letkol (Tek) Thomas Sesber mengatakan, tidak ada anggotanya yang terlibat dalam penembakan rumah pengacara Yusmaheri. "Saya tegaskan, tidak ada satu pun anggota TNI AU terlibat," kata Thomas Sesber kepada pers di ruang kerjanya, Talangbetutu, Palembang, Senin (1/8/2005). Pernyataan Thomas itu terkait rumor yang menyebutkan anggota Lanud Palembang terlibat dalam penembakan rumah pengacara Yusmaheri, menyusul saat ini antara Lanud Palembang dengan Yusmaheri terlibat sengketa hukum berkaitan dengan kasus tanah. Setelah mendengar rumor tersebut, kata Thomas, dirinya mengumpulkan semua anggotanya dan mengecek kelengkapan senjata dan amunisi. Hasilnya, pada saat peristiwa penembakan rumah Yusmaheri, tidak satu pun anggota Lanud Palembang berada di tempat kejadian. Bahkan, tidak satu pun peluru yang hilang dari senjata milik anggotanya. Sementara Ketua Dewan Pembina Himpunan Advokat Pengacara Indonesia (HAPI) Sumatera Selatan Ramli Sutanegara mengecam teror berupa penembakan rumah Yusmaheri. Menurut Ramli, peristiwa itu merupakan ancaman serius bagi pengacara dan tindakan pengecut bagi pelakunya. Maka pihaknya mendesak aparat polisi untuk mengusut tuntas pelakunya. Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (30/7/2005) dini hari rumah Yusmaheri di Komplek Pepabri Sukarame Palembang ditembaki oleh orang yang tak dikenal. Meskipun tidak ada korban jiwa atau yang terluka, peluru berhamburan di rumah pengacara itu. Ditemukan delapan selongsong peluru dan kerusakan pada kaca mobil, pot bunga dan akuarium. Beredar rumor, pelaku penembakan adalah anggota Lanud Palembang. Sebab saat ini Yusmaheri tengah menjadi pengacara Haji Suardi Suki yang bersengketa lahan seluas 4 hektare dengan Lanud Palembang. Apalagi beberapa waktu lalu, sejumlah anggota Lanud Palembang merobohkan tembok sepanjang 300 meter yang tengah dibangun Suardi Suki di atas lahan tersebut. Mengenai perobohan tembok itu, Komandan Lanud Palembang Tek Thomas Sesber kepada pers mengatakan, sebelum pembangunan tembok itu pihaknya telah memperingatkan agar pembangunan tembok itu dihentikan.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(nrl/)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%