detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 17:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 19/07/2005 00:18 WIB

Angka Kematian Ibu dan Bayi Indonesia Tertinggi di ASEAN

Ardian Wibisono - detikNews
Jakarta - Angka kematian ibu melahirkan, bayi dan balita di Indonesia tertinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Namun angka kematian Ibu dan bayi dapat ditekan. Angka kematian Ibu dari 334 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menurun menjadi 307 per 100.000 di tahun 2003. Angka kematian bayi dari 46 per 1000 kelahiran hidup di tahun 1997 menjadi 35 per 1000 di tahun 2003. Sementara angka kematian balita dari 58 per 1000 kelahiran hidup menjadi 46 per 1000 di tahun 2003. "Walaupun presentase angka kematian ibu melahirkan, bayi dan balita di sudah berhasil diturunkan namun kita masih tertinggi di ASEAN," ujar Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam jumpa pers tentang Hari Anak Nasional di Depkes, Jl Rasuna Said, Jakarta, Senin (18/7/2005). Tingginya angka kematian ibu melahirkan, bayi, dan balita merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi menjelang hari anak nasional tahun 2005, 23 Juli mendatang. "Masih banyak anak-anak yang haknya untuk hidup dan tumbuh berkembang menjadi anak yang sehat, cerdas, ceria, berbudi luhur, belum terpenuhi," ujar Menkes. Permasalahan lainnya antara lain kasus polio yang menyebar di lima provinsi (sembilan kabupaten), busung lapar dan penularan HIV AIDS. "Data terakhir memang belum lengkap, belum semuanya dilaporkan. Di NTB dan NTT ada 300-an anak yang menderita busung lapar. Untuk anak pengidap HIV, yang tertinggi ada di Papua, Riau, Kalimantan Barat dan Jakarta," kata Menkes. Dalam Hari Anak Nasional tahun ini akan dimulai usaha-usaha mengatasi permasalahan tersebut melaui pencanangan Gerakan Nasional Pemantauan Tumbuh Kembang Anak. Gerakan ini diharapkan menumbuhkan kepedulian dan peran serta masyakarat terhadap anak. Rangkaian acara Hari Anak Nasional akan dimulai Selasa (19/7) hingga Jumat (22/7) dengan agenda penyelenggaraan Kongres Anak Indonesia ke V di Hotel Wisata Ancol, pemeriksaan mata dan pembagian acara gratis bagi 500 anak SD di wilayah DKI tanggal 20 Juli 2005, serta seminar-seminar tentang anak tanggal 27, 28 Juli dan 6 Agustus. Acara Puncaknya akan digelar tanggal 24 Juli di TMII yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ddn/)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%