detikcom
Kamis, 14/07/2005 17:24 WIB

Tugas Bupati Temanggung Resmi Diambil Alih Wakilnya

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Semarang - Setelah ditetapkan sebagai terdakwa dan menjalani sidang perdananya, Kamis (14/7/2005), tugas Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo resmi diambil alih Wakil Bupati M Irfan. Dengan demikian, Totok tidak berhak lagi mengatur pemerintahan selama beberapa waktu. Pernyataan ini disampaikan Gubernur Jateng Mardiyanto seusai meresmikan Kantor DPD (Dewan Perwakilan Daerah) asal Jateng di Jl. Pemuda Semarang, Kamis (14/7/2005). Mardiyanto menyatakan, keputusan menonaktifkan Totok itu didasarkan pada surat Mendagri atas nama Presiden RI. "Suratnya tiba tadi malam. Hari ini kita sudah kirimkan ke Temanggung. Jadi sekarang kepemimpinan pemerintahan dipegang oleh Wabup," tuturnya. Meski demikian, lanjut Mardiyanto, Totok tetap diakui sebagai bupati. Karena posisi bupati akan ditentukan berdasar proses hukum yang sekarang sedang berlangsung. Wabup hanya menggantikan tugas Totok, bukan posisinya. "Ya kami mengharapkan proses hukum itu bisa berjalan dengan lancar. Tidak terganggung urusan-urusan politik. Dengan pengambilalihan ini, kami berharap Temanggung dapat kondusif lagi," terangnya. Mardiyanto menambahkan, keputusan pengambilalihan tugas Totok itu sepenuhnya berasal dari pusat. Pihaknya hanya sekadar mengusulkan saja. "Jadi bukan Pemprov yang mengambil keputusan ini, tapi pusat," kata gubernur yang berasal dari kalangan militer ini. Seperti diketahui, Bupati Totok diadili di PN Temanggung karena didakwa terlibat korupsi dana APBD 2004 pada pos pemilu senilai Rp 2,3 miliar. Ia juga diduga terlibat dalam dana pendampingan akuntan publik Rp 400 juta, dana bencana alam Rp 800 juta, bantuan pendidikan keluarga DPRD Rp 1,7 miliar, pembelian kendaraan untuk PNS Rp 2 miliar dan pembangunan jembatan Jengkiling Rp 600 juta. Kini, kelima kasus itu masih disidik Polda Jateng.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nrl/)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%