detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 17:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 05/07/2005 01:09 WIB

PP Muhammadiyah Akui Terima DAU Rp 500 Juta

Melly Febrida - detikNews
Malang - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengakui telah menerima sumbangan dari Dana Abadi Umat (DAU) Departemen Agama (Depag) pada tahun 2002 sebesar Rp 500 juta saat Tolhah Hasan menjabat sebagai menteri agama. Dana tersebut diparkir dalam bentuk deposito untuk kegiatan rutin Muhammadiyah. "Kita tidak tahu itu DAU, tapi betul dari sumbangan menteri agama, kita baru tahu itu DAU setelah ada berita mantan menteri agama ditahan," kata Pengurus PP Muhamadiyah M Dasron Hamid dalam sidang pleno III di UMM Dome, Jl. Tlogomas, Malang, Senin (4/7/2005). Selain Muhammadiyah, lanjut Dasron, organisasi lainnya seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Nahdlatul Ulama (NU) juga menerima DAU ini. Dana abadi yang dimiliki oleh Muhammadiyah, menurut Dasron, nilainya sebesar Rp 4,446 miliar. Dan dana itu sudah digunakan untuk berinvestasi. Antara lain deposito senilai Rp 2 miliar, pembelian saham PT Surya Sarana Utama Rp 1,3 miliar, penyertaan modal di PT Persatuan Baru Yogyakarta sebesar Rp 220 juta, dan untuk membeli tanah di Yogyakarta senilai Rp 600 juta. Sementara itu Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif meyakinkan bahwa dana itu sah dan halal. "Itu kan dari umat, jadi dari umat dan untuk umat. Tidak usah dipersoalkan, itu sah, apakah kita menerima kita akan jadi tersangka, jangan berpikir yang keterlaluan," ujar Syaifii. Syafii juga menjelaskan seandainya dana tersebut ditarik kembali tentu Muhammadiyah akan meminta penjelasan alasan penarikan dana. Jika melanggar hukum Muhammadiyah akan menyerahkan dana Rp 500 juta itu. Dalam sidang pleno sebelumnya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) meminta supaya pimpinan pusat menjelaskan tentang dana yang diterima dari Depag sebab dana ini dipertanyakan oleh warga Muhammadiyah di akar rumput.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ddn/)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%