Jumat, 24/06/2005 15:46 WIB

MA Kurangi 5 Tahun Hukuman Tommy Soeharto

Arry Anggadha - detikNews
Jakarta - Tommy Soeharto bisa tersenyum lebar. Betapa tidak, Peninjauan Kembali (PK) Tommy dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA). Vonis untuk Tommy dikurangi menjadi 10 tahun penjara dari sebelumnya 15 tahun penjara. Keluarnya putusan PK Tommy itu dibenarkan oleh Ketua MA Bagir Manan. "Ya sudah diputus," katanya kepada wartawan, usai salat Jumat di Gedung MA, Jl. Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Jumat (24/6/2005). Bagir tidak berkomentar lebih jauh perihal putusan PK atas kasus pembunuhan Hakim Agung Syaifuddin Kartasasmita oleh Tommy itu. Tapi menurut informasi yang diperoleh wartawan, MA telah mengeluarkan putusan itu sejak tanggal 6 Juni 2005 lalu. Wartawan yang baru hari ini mengetahui adanya putusan tersebut, tidak mendapat informasi mengenai alasan MA mengurangi hukuman Tommy lima tahun. Wartawan hanya memperoleh sebagian kutipan isi putusan itu. Dalam kutipan itu, Tommy yang saat ini mendekam di LP Batu Nusakambangan dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta tanpa hak menguasai dan menyimpan senjata api dan membujuk untuk melakukan pembunuhan berencana. Namun tidak diketahui alasan pengabulan PK. Majelis hakim yang menangani Sidang PK anak mantan penguasa orde baru itu, dipimpin langsung oleh Bagir Manan. Anggotanya yaitu Iskandar Kamil, Harifin Tumpa, Abdul Kadir Mapong, dan Mugihardjo.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(fab/)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%