detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 13:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 11/06/2005 08:35 WIB

G7 Setuju Hapus Utang 18 Negara Termiskin di Dunia

Fedhly Averouss Bey - detikNews
Jakarta - 18 Negara paling miskin di dunia patut berbesar hati. Pasalnya, negara-negara kaya yang tergabung dalam kelompok G7 sepakat menghapus utang mereka di Bank Dunia dan IMF sebesar US$ 55 miliar (Rp 52 triliun). Wow, Indonesia termasuk? "18 negara itu berada di wilayah Afrika, yakni Benin, Bolivia, Burkina Faso, Ethopia, Ghana, Guyana, Honduras, Madagascar, Mali, Mauritania, Mozambik, Nicaragua, Nigeria, Ruwanda, Senegal, Tanzania, Uganda dan Zambia," kata konsultan G7 Gordon Brown, dikutip Guardian Unlimited, Sabtu (11/6/2005). Kesepakatan tercapai setelah berminggu-minggu negosiasi dilakukan negara anggota G7 secara intensif. Dengan demikian, masing-masing negara miskin dapat menghemat total US$ 15 miliar pembayaran utang mereka selama 10 tahun ke depan. 9 Negara miskin lainnya juga akan mendapat penghapusan utang 18 bulan mendatang, yakni Kamerun, Chad, Republik Demokratik Congo, Gambia, Guinea, Guinea Bissau, Malawi, Sao Tome Principe dan Sierra Leone. Total direncanakan 40 negara. Negara-negara yang dianggap miskin itu adalah negara yang pernah dan sedang mengalami perang saudara atau konflik. Juga masuk dalam kualifikasi adalah negara yang lebih banyak mengeluarkan dana untuk membayar utang daripada untuk kesehatan dan pendidikan. "Sebenarnya ada 60, 70 bahkan 80 negara yang berpotensi mendapat penghapusan utang. Kami berusaha melakukan proses lebih lanjut untuk mewujudkan itu," kata Brown.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fab/)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%