detikcom
Sabtu, 11/06/2005 08:35 WIB

G7 Setuju Hapus Utang 18 Negara Termiskin di Dunia

Fedhly Averouss Bey - detikNews
Jakarta - 18 Negara paling miskin di dunia patut berbesar hati. Pasalnya, negara-negara kaya yang tergabung dalam kelompok G7 sepakat menghapus utang mereka di Bank Dunia dan IMF sebesar US$ 55 miliar (Rp 52 triliun). Wow, Indonesia termasuk? "18 negara itu berada di wilayah Afrika, yakni Benin, Bolivia, Burkina Faso, Ethopia, Ghana, Guyana, Honduras, Madagascar, Mali, Mauritania, Mozambik, Nicaragua, Nigeria, Ruwanda, Senegal, Tanzania, Uganda dan Zambia," kata konsultan G7 Gordon Brown, dikutip Guardian Unlimited, Sabtu (11/6/2005). Kesepakatan tercapai setelah berminggu-minggu negosiasi dilakukan negara anggota G7 secara intensif. Dengan demikian, masing-masing negara miskin dapat menghemat total US$ 15 miliar pembayaran utang mereka selama 10 tahun ke depan. 9 Negara miskin lainnya juga akan mendapat penghapusan utang 18 bulan mendatang, yakni Kamerun, Chad, Republik Demokratik Congo, Gambia, Guinea, Guinea Bissau, Malawi, Sao Tome Principe dan Sierra Leone. Total direncanakan 40 negara. Negara-negara yang dianggap miskin itu adalah negara yang pernah dan sedang mengalami perang saudara atau konflik. Juga masuk dalam kualifikasi adalah negara yang lebih banyak mengeluarkan dana untuk membayar utang daripada untuk kesehatan dan pendidikan. "Sebenarnya ada 60, 70 bahkan 80 negara yang berpotensi mendapat penghapusan utang. Kami berusaha melakukan proses lebih lanjut untuk mewujudkan itu," kata Brown.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(fab/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
55%
Kontra
45%