detikcom
Senin, 02/05/2005 16:19 WIB

Kapolda Metro: Bentrok TNI-Brimob Karena Berebut Pacar

Hendi Suhendratio - detikNews
Jakarta - Aparat TNI-AD dan Brimob kembali terlibat bentrokan. Kali ini, insiden itu terjadi di Cimanggis, Depok. Tawuran kali ini melukai Pratu Iwan Mustakim. Duh. Sumber insiden memalukan ini sendiri masih simpang siur. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Firman Gani, mengatakan kejadian tersebut bermotif berebut pacar dan kesejahteraan. "Ini hanya masalah individu saja," tukas Firman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Senin (2/5/2005). Versi lain menyebutkan, kejadian ini bermula dari kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, (29/4). Seorang oknum TNI-AD yang mengendarai motor berserempet dengan seorang warga. Cekcok mulut antar keduanya pun tidak terelakkan. Kejadian ini menarik perhatian Bripka Rojudin, petugas pospol Pasir Gunung, Cimanggis. Namun, cekcok tidak berlangsung lama karena oknum tersebut kabur. Tak beberapa lama, oknum tersebut balik lagi ke Pos Polisi Pasir Gunung bersama 20 rekannya. Dia menanyakan keberadaan warga yang menyenggol motornya. Karena tak berhasil menemukan warga tersebut, 20-an oknum TNI-AD kemudian bertindak brutal. Mereka merusak pos polisi tersebut. Mendengar ada kabar keributan, sejumlah anggota Brimob dari Markas Brimob Kelapa Dua, Depok, meluncur ke lokasi. Namun, para oknum tentara tersebut sudah pergi ketika mereka berada disana. Sekitar 90 menit dari perusakan tersebut, Iwan melintas dengan mengendarai sebuah mobil tentara. Mobil tersebut kemudian distop oleh sejumlah anggota Brimob. Iwan pun kemudian dicecar mengenai siapa pelaku perusakan. Meski mengaku tidak tahu, sejumlah aparat tersebut mengeroyok prajurit di Pusat Informasi Pengolahan Data Mabes TNI-AD ini. Oknum Brimob dan TNI-AD yang terlibat dalam peristiwa ini juga masih belum jelas. "Kita sendiri belum bisa melakukan atau menetapkan siapa yang bersalah," kata Firman. Dirinya mengaku menyangkan terjadinya insiden ini. Apalagi, pertemuan rutin antara personel TNI dan Polri digelar sebulan sekali. "Yang jelas, siapa pelakunya, siapa yang bersalah dan siapa yang memulai harus diberikan hukuman," ujarnya diplomatis.
(ton/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%