detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 02:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 02/05/2005 16:19 WIB

Kapolda Metro: Bentrok TNI-Brimob Karena Berebut Pacar

Hendi Suhendratio - detikNews
Jakarta - Aparat TNI-AD dan Brimob kembali terlibat bentrokan. Kali ini, insiden itu terjadi di Cimanggis, Depok. Tawuran kali ini melukai Pratu Iwan Mustakim. Duh. Sumber insiden memalukan ini sendiri masih simpang siur. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Firman Gani, mengatakan kejadian tersebut bermotif berebut pacar dan kesejahteraan. "Ini hanya masalah individu saja," tukas Firman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Senin (2/5/2005). Versi lain menyebutkan, kejadian ini bermula dari kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, (29/4). Seorang oknum TNI-AD yang mengendarai motor berserempet dengan seorang warga. Cekcok mulut antar keduanya pun tidak terelakkan. Kejadian ini menarik perhatian Bripka Rojudin, petugas pospol Pasir Gunung, Cimanggis. Namun, cekcok tidak berlangsung lama karena oknum tersebut kabur. Tak beberapa lama, oknum tersebut balik lagi ke Pos Polisi Pasir Gunung bersama 20 rekannya. Dia menanyakan keberadaan warga yang menyenggol motornya. Karena tak berhasil menemukan warga tersebut, 20-an oknum TNI-AD kemudian bertindak brutal. Mereka merusak pos polisi tersebut. Mendengar ada kabar keributan, sejumlah anggota Brimob dari Markas Brimob Kelapa Dua, Depok, meluncur ke lokasi. Namun, para oknum tentara tersebut sudah pergi ketika mereka berada disana. Sekitar 90 menit dari perusakan tersebut, Iwan melintas dengan mengendarai sebuah mobil tentara. Mobil tersebut kemudian distop oleh sejumlah anggota Brimob. Iwan pun kemudian dicecar mengenai siapa pelaku perusakan. Meski mengaku tidak tahu, sejumlah aparat tersebut mengeroyok prajurit di Pusat Informasi Pengolahan Data Mabes TNI-AD ini. Oknum Brimob dan TNI-AD yang terlibat dalam peristiwa ini juga masih belum jelas. "Kita sendiri belum bisa melakukan atau menetapkan siapa yang bersalah," kata Firman. Dirinya mengaku menyangkan terjadinya insiden ini. Apalagi, pertemuan rutin antara personel TNI dan Polri digelar sebulan sekali. "Yang jelas, siapa pelakunya, siapa yang bersalah dan siapa yang memulai harus diberikan hukuman," ujarnya diplomatis.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ton/)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close