detikcom

Selasa, 12/04/2005 14:33 WIB

Motif Pembunuhan Basri Sangaji Karena Marah dan Jengkel

Melly Febrida - detikNews
Jakarta - Semy Charter Refra alias Semy Key, terdakwa kasus pembunuhan Basri Sangaji mengaku marah dan jengkel kepada korban. Kemarahan itu disebabkan keributan di sebuah diskotik yang terjadi beberapa waktu sebelumnya. Hal ini disampaikan Semy dalam persidangan kasus pembunuhan Basri Sangaji. Sidang yang dipimpin ketua majelis Efran Basuning itu berlangsung di Mapolres Jaksel, Jl. Wijaya, Jakarta, Selasa (12/4/2005). "Saya marah dan jengkel karena kejadian di Diskotik Zona karena adanya keributan yang menyebabkan abang saya menjadi korban. Selain itu kasus di Kayu Manis, abang saya meninggal dunia," ungkap Semy ketika ditanya anggota majelis hakim Eddy Joenarso tentang motif pembunuhan itu. Terdakwa lainnya, Emang Refra alias Kupas mengatakan motifnya karena hubungan keluarga. "Saya hanya ikut-ikutan sama dengan Semy. Saya satu keluarga dengan Semy dan marah dengan sikap Sangaji," katanya. Sementara, terdakwa Rais Texas alias Subur mengaku tidak memiliki alasan untuk melakukan pembunuhan. Ia hanya mendengar Semy mengatakan kakaknya pernah ditikam di Diskotik Zona. Dengan alasan itu, ia ikut melakukan pembunuhan. Ketiga terdakwa merupakan orang yang masuk kamar 301 Hotel Kebayoran, tempat pembunuhan Sangaji. Mereka mengaku tidak dapat memastikan siapa saja yang terkena bacokan karena penerangan kamar remang-remang. "Bunyi tembakan membuat panik, jadi bacok aja. Tidak tahu berapa bacokan dan kepada siapa," kata Semy. Sedangkan 5 terdakwa lainnya tidak ikut masuk ke dalam kamar. Mereka adalah Sevanya Rahakbau alias Lois, Erwin Labettubun, Koko Rahawarin, Rasyid Renwarin dan Yopi Engrattubun. Sevanya, Erwin dan Koko ikut naik sampai ke depan pintu kamar. Namun ketika Semy, Kupas dan Subur Rais mendobrak pintu dan terdengar suara tembakan dari dalam, ketiganya langsung turun.

Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rif/)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
MustRead close