detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 05:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 05/04/2005 13:23 WIB

John & Tito Key Kembali Dipanggil Bersaksi dalam Kasus Basri

Melly Febrida - detikNews
Jakarta - John Key dan Tito Key tidak memenuhi panggilan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menjadi saksi dalam kasus pembunuhan Basri Sangadji. Majelis hakim pun memerintahkan jaksa penuntut umum untuk menghadirkan keduanya dalam persidangan Selasa (12/4/2005) depan. Perintah ini disampaikan ketua majelis hakim Eddy Joenarso dalam persidangan yang digelar di Aula Mapolres Jakarta Selatan, Jl. Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2005). Delapan terdakwa kasus pembunuhan Basri dihadirkan dalam persidangan ini. Sebelumnya sidang dibagi dalam dua berkas, yaitu berkas tiga pelaku utama (Semy Key, Emang Refra, dan Rais Texas), serta lima terdakwa pelaku pembantu ( Lois, Erwin Labettubun, Koko Rahawarin, Rasid, dan Yopi Ingrattubun). Dalam persidangan kali ini hanya dua saksi yang hadir untuk diperiksa, yaitu dokter piket Rumah Sakit MMC, dr. Rizal Heru, dan petugas piket Polsek Kebayoran Baru, Ipda Sarju Dwiyanto. Sementara John dan Tito Key tidak hadir tanpa alasan yang jelas. "Kami tidak menerima laporan alasan ketidakhadiran John Key dan Tito Key. Tidak ada kabar. Maka kita panggil kembali," kata JPU Nur Hasan Ridwan usai persidangan. Dalam persidangan Selasa depan juga dihadirkan satu orang saksi tambahan, yaitu anggota kepolisian yang melakukan olah TKP, Bripka Wahyudi dari Seksi Identifikasi Polda Metro Jaya. Selain itu kedelapan terdakwa juga akan diminta keterangannya sebagai saksi atas terdakwa lainnya.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(gtp/)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%