detikcom
Selasa, 05/04/2005 13:23 WIB

John & Tito Key Kembali Dipanggil Bersaksi dalam Kasus Basri

Melly Febrida - detikNews
Jakarta - John Key dan Tito Key tidak memenuhi panggilan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menjadi saksi dalam kasus pembunuhan Basri Sangadji. Majelis hakim pun memerintahkan jaksa penuntut umum untuk menghadirkan keduanya dalam persidangan Selasa (12/4/2005) depan. Perintah ini disampaikan ketua majelis hakim Eddy Joenarso dalam persidangan yang digelar di Aula Mapolres Jakarta Selatan, Jl. Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2005). Delapan terdakwa kasus pembunuhan Basri dihadirkan dalam persidangan ini. Sebelumnya sidang dibagi dalam dua berkas, yaitu berkas tiga pelaku utama (Semy Key, Emang Refra, dan Rais Texas), serta lima terdakwa pelaku pembantu ( Lois, Erwin Labettubun, Koko Rahawarin, Rasid, dan Yopi Ingrattubun). Dalam persidangan kali ini hanya dua saksi yang hadir untuk diperiksa, yaitu dokter piket Rumah Sakit MMC, dr. Rizal Heru, dan petugas piket Polsek Kebayoran Baru, Ipda Sarju Dwiyanto. Sementara John dan Tito Key tidak hadir tanpa alasan yang jelas. "Kami tidak menerima laporan alasan ketidakhadiran John Key dan Tito Key. Tidak ada kabar. Maka kita panggil kembali," kata JPU Nur Hasan Ridwan usai persidangan. Dalam persidangan Selasa depan juga dihadirkan satu orang saksi tambahan, yaitu anggota kepolisian yang melakukan olah TKP, Bripka Wahyudi dari Seksi Identifikasi Polda Metro Jaya. Selain itu kedelapan terdakwa juga akan diminta keterangannya sebagai saksi atas terdakwa lainnya.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(gtp/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%