detikcom
Senin, 28/03/2005 14:26 WIB

Diduga Bawa Bom, Truk Fuso Hebohkan Makro Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Isu bom kembali mengguncang Pekanbaru. Sebuah mobil truk Fuso yang diparkir seharian di Plaza Makro Jl Soekarno-Hatta disangka membawa bahan peledak. Tapi, setelah dicek, truk itu hanya berisikan bahan kimia untuk kebutuhan foto kopi. Plaza Makro yang selama ini banyak dikunjungi konsumen karena harganya yang relatif murah di Pekanbaru, Senin (28/3/2005) dihebohkan dengan isu bom. Pihak security memberitahukan kepada polisi sekitar pukul 9.30 WIB, bahwa di bagian gudang terdapat mobil Fuso yang dicurigai membawa bahan peledak. Pagi itu, sejumlah karyawan sempat panik dan merasa takut jika benar-benar truk itu berisikan bahan peledak. Hanya saja, pengunjung memang belum ramai, maklum pagi itu Makro baru saja buka dan belum ada pengunjungnya. Mendapat laporan tersebut, Tim Jihandak Brimob Polda Riau segera turun ke lokasi. Penyisiran pun mulai dilakukan. Tapi, setelah diperiksa, truk Fuso itu tidak terbukti berisikan bom. Di dalam truk itu, hanya ditemukan zat kimia untuk kebutuhan foto kopi. Sementara itu, Kabag Ops Kapoltabes Pekanbaru Kompol Boni Dijanto kepada wartawan menjelaskan, truk Fuso yang berada di bagian gudang itu bukanlah milik Plaza Makro. Truk sarat mautan itu masuk di gudang Makro sejak Minggu (27/3/2005) sore. Pihak security sendiri tidak curiga ketika truk itu memasuki halaman gudang Makro. Sebab, diperkirakan truk itu akan melakukan pembongkaran barang sebagaimana biasanya. Tapi rupanya, sejumlah informasi yang diterima pihak kepolisian, truk ini ternyata melarikan diri setelah terjadi tabrakan di Kabupaten Kampar-Riau. Untuk menyelematkan diri, sopir truk secara diam-diam memarkirkan di gudang Plaza Makro. "Kita tengah kerja sama dengan pihak Polres Kampar untuk mencari tahu tentang peristiwa tabrakan itu. Sedang sopirnya hingga kini melarikan diri," kata Boni.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asy/)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%