detikcom

Selasa, 22/03/2005 02:30 WIB

Gunakan Shabu, Aparat TNI Ditangkap Polisi

Jafar G Bua - detikNews
Palu - Seorang anggota TNI AD dari Detasemen Kesahatan Korem 123 Tadulako ditangkap aparat kepolisian sektor kota Palu Selatan, akibat mengkonsumsi shabu-shabu. Penangkapan berlangsung Senin (21/3/2005) dini hari, sekitar pukul 00.45 WITA di Jl. Tanjung Manimbaya, Kelurahan Patura, Kecamatan Palu Selatan. Dia ditangkap dari sebuah rumah kos di ruas jalan itu bersama dua orang perempuan bernama Maya dan Rosmawati. Mereka tertangkap ketika sedang memakai shabu-shabu. Dari TKP, polisi berhasil mengamankan sisa shabu dan alat pengisap. Aparat TNI tersebut bernama Sersan Satu Hasriadi Saat, dan bertugas di Batalyon 714 Sintuwu Maroso di Morowali, Sulawesi Tengah. Sebelum ditangkap, dia baru melakukan operasi usus buntu, sehingga saat ditangkap sedang dalam keadaan izin. Sore tadi, urinenya sudah dikirim ke balai POM Palu dan saat ini sudah dibawa ke POM AD Jl.Hasanuddin, Palu Timur. Sementara, kedua perempuan yang ikut tertangkap sulit dimintai keterangan oleh polisi karena terus menangis dan berteriak. Sehari-hari, kedua perempuan itu bekerja di salah satu kafe di Palu. Mereka mengaku baru menggunakan shabu sejak Desember tahun lalu dan dibawakan oleh seseorang bernama Adi. Namun, Kapolsekta Palu Selatan Abdul Azis mengatakan, mereka bukan merupakan target Polsekta Palu Selatan, dan penangkapannya terjadi karena kebetulan polisi mendapat laporan dari masyarakat sekitar.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ast/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
68%
Kontra
32%