detikcom
Selasa, 08/03/2005 17:16 WIB

KNPI DIY Siap Ikut Mobilisasi Umum Lawan Malaysia

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyerukan agar dilakukan mobilisasi umum kepada segenap rakyat Indonesia untuk melawan Malaysia dalam kasus sengekta Blok Ambalat di Laut Sulawesi. Mobilisasi umum itu dilakukan dengan mengirimkan para pemuda yang telah dilatih untuk membantu TNI di kawasan Ambalat. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPD KNPI DIY Erwin Nizar kepada wartawan di gedung KNPI di Jl Kenari Yogyakarta, Selasa (8/3/2005). "KNPI bersama ormas pemuda lainnya siap ikut mobilasasi umum untuk mempertahankan semua wilayah NKRI dan pemerintah RI harus berani memaksa Malaysia menaati hukum internasional khususnya masalah perbatasan," katanya. Dalam kasus sengketa perbatasan di Ambalat, kata Erwin, pemerintah RI harus bersikap tegas terhadap kehadiran militer Malaysia. TNI AL sebagai kekuatan keamanan laut harus segera mengusir kekuata asing yang akan memasuki perairan Ambalat. Secara terpisah Arif Nurcahyo dari Front Anti Malaysia mengatakan, Malaysia saat ini bukanlah negara satu rumpun yang menjadi tetangga yang baik. Mereka sudah mengusir dan menangkapi ratusan ribu TKI dengan semena-mena. Para TKI ditangkap seperti maling ayam kemudian dihukum cambuk. Sedangkan para cukong kayu dari Malaysia telah menghabiskan hutan-hutan di Indonesia. "Setelah habis dan ditinggal lari begitu saja, mereka saat ini mau mengambil dan menyedot kekayaan Indonesia lainnya, yaitu Blok Ambalat. Semua itu harus dilawan dan kita perlu mengobarkan semangat "ganyang Malaysia seperti zaman Bung Karno dulu," katanya. Spanduk Provokatif Sementara itu berdasarkan pantauan detikcom hari ini pukul 15.00 WIB, sejumlah spanduk provokatif ajakan berkonfrontasi dengan Malaysia setelah ada ketegangan masalah perbatasan perairan Ambalat mulai bermunculan di wilayah Yogyakarta dan Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Meski belun diketahui siapa, kelompok atau organisasi mana yang memasang, namun sejak Senin kemarin spanduk tersebut telah terpasang di pinggir Wilayah Yogyakarta dan Magelang. Spanduk dari kain putih dengan panjang sekitar 8 meter itu di antaranya terbentang di daerah Jl Magelang Km 15 Kecamatan Tempel Sleman. Spanduk itu bertuliskan "Ayo Ganyang Malaysia." Di bagian pojok bawah tertulis FAM (Front Anti Malaysia). Spanduk serupa juga terdapat di wilayah Kecamatan Salam Kabupaten Magelang sekitar 1,5 kilometer ke utara dari perbatasan Magelang - Yogyakarta. Spanduk tersebut bertuliskan "Tegakkan Kedaulatan, Lawan Malaysia!!!." Sedangkan di bagian bawah terdapat tulisan FAM.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nrl/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%