detikcom

Senin, 07/03/2005 11:57 WIB

Pertahankan Ambalat, Pasukan Marinir Dikirim ke Tarakan

Arifin Asydhad - detikNews
Jakarta - Untuk mempertahankan perairan Ambalat, yang menjadi sengketa antara pemerintah Indonesia dan Malaysia, pasukan Marinir juga sudah dikerahkan ke Tarakan. Pengiriman pasukan ini sesuai perintah KSAL Laksamana Madya Slamet Soebijanto. "Kita sudah mengirimkan pasukan satu satgas," kata Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Safzen Noerdin saat dihubungi detikcom, Senin (7/3/2005). Safzen tidak bersedia menjelaskan berapa personel tepatnya pasukan satu satgas itu. Menurut dia, pasukan Marinir itu telah dikerahkan ke Tarakan sejak tiga hari lalu. Sampai saat ini, belum ada perintah lagi dari KSAL baik tentang pengiriman pasukan tambahan atau lainnya. "Perintah dari KSAL masih sebatas itu. Kita akan menunggu perintah selanjutnya," ungkapnya. Terkait dengan blok Ambalat yang berada di Kalimantan Timur, Presiden SBY telah berbicara langsung via telepon dengan PM Abdullah Badawi pada Senin pagi. Namun, pada Minggu (6/3/2005) Tentara Laut Diraja Malaysia kembali melakukan provokasi dengan memasuki wilayah Indonesia di Laut Sulawesi. Pesawat pengintai maritim Malaysia jenis Beech Craft B 200 T Super King melakukan manuver sebanyak enam kali di wilayah Indonesia. Sebelumnya, pada Sabtu (5/3/2005), KRI Rencong, salah satu dari lima KRI yang berjaga di daerah perbatasan itu, memergoki Kapal AL Malaysia, TLDM KD Kerambit. Tentu, kejadian ini bisa mengakibatkan peningkatan ketegangan antara pemerintah Indonesia dan Malaysia. Pasalnya, pemerintah Indonesia sebelumnya sudah meminta agar kapal dan pesawat Malaysia diminta tidak berlabuh dan terbang di kawasan Indonesia itu. Sempat terjadi ketegangan, karena sebelumnya kapal Malaysia meminta KRI Rencong segera meninggalkan wilayah itu. Namun, KRI Rencong malah mendekati kapal Malaysia itu dan mengusirnya dari wilayah itu. Tidak terjadi saling kontak tembak.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asy/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%