detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 07:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 07/03/2005 11:57 WIB

Pertahankan Ambalat, Pasukan Marinir Dikirim ke Tarakan

Arifin Asydhad - detikNews
Jakarta - Untuk mempertahankan perairan Ambalat, yang menjadi sengketa antara pemerintah Indonesia dan Malaysia, pasukan Marinir juga sudah dikerahkan ke Tarakan. Pengiriman pasukan ini sesuai perintah KSAL Laksamana Madya Slamet Soebijanto. "Kita sudah mengirimkan pasukan satu satgas," kata Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Safzen Noerdin saat dihubungi detikcom, Senin (7/3/2005). Safzen tidak bersedia menjelaskan berapa personel tepatnya pasukan satu satgas itu. Menurut dia, pasukan Marinir itu telah dikerahkan ke Tarakan sejak tiga hari lalu. Sampai saat ini, belum ada perintah lagi dari KSAL baik tentang pengiriman pasukan tambahan atau lainnya. "Perintah dari KSAL masih sebatas itu. Kita akan menunggu perintah selanjutnya," ungkapnya. Terkait dengan blok Ambalat yang berada di Kalimantan Timur, Presiden SBY telah berbicara langsung via telepon dengan PM Abdullah Badawi pada Senin pagi. Namun, pada Minggu (6/3/2005) Tentara Laut Diraja Malaysia kembali melakukan provokasi dengan memasuki wilayah Indonesia di Laut Sulawesi. Pesawat pengintai maritim Malaysia jenis Beech Craft B 200 T Super King melakukan manuver sebanyak enam kali di wilayah Indonesia. Sebelumnya, pada Sabtu (5/3/2005), KRI Rencong, salah satu dari lima KRI yang berjaga di daerah perbatasan itu, memergoki Kapal AL Malaysia, TLDM KD Kerambit. Tentu, kejadian ini bisa mengakibatkan peningkatan ketegangan antara pemerintah Indonesia dan Malaysia. Pasalnya, pemerintah Indonesia sebelumnya sudah meminta agar kapal dan pesawat Malaysia diminta tidak berlabuh dan terbang di kawasan Indonesia itu. Sempat terjadi ketegangan, karena sebelumnya kapal Malaysia meminta KRI Rencong segera meninggalkan wilayah itu. Namun, KRI Rencong malah mendekati kapal Malaysia itu dan mengusirnya dari wilayah itu. Tidak terjadi saling kontak tembak.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(asy/)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close